Kebal Pemicu Kecelakaan: Hutama Karya Perketat Pengawasan Tol Trans Sumatera Lewat Kampanye SETUJU

Jakarta, tanganrakyat.id – PT Hutama Karya (Persero) terus memperketat komitmen keselamatan berkendara di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya, terutama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Menyikapi dinamika kecelakaan lalu lintas yang kerap dipicu oleh kelelahan pengemudi hingga kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), BUMN pengelola tol ini memperkuat serangkaian langkah pencegahan menyeluruh mulai dari edukasi publik, pengawasan operasional lapangan, hingga peningkatan infrastruktur fisik jalan. Langkah strategis ini juga menjadi bentuk dukungan langsung terhadap agenda Asta Cita Pemerintah dalam menghadirkan konektivitas transportasi nasional yang aman dan andal.

Baca juga:

Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda Ke-98, APPI Indramayu Siap Dorong Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Kemitraan BUMN

​Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa keselamatan seluruh pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Menurut evaluasi internal, fatalitas kecelakaan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik pengemudi, tingkat konsentrasi, kecukupan jarak aman, serta kelaikan kendaraan. Oleh karena itu, Hutama Karya secara konsisten menggaungkan kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) melalui media sosial, media massa, hingga papan informasi di sepanjang jalur tol untuk mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya bersama.

​Guna melakukan tindakan pencegahan langsung di lapangan, Hutama Karya menggelar Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala. Petugas menghentikan kendaraan untuk memeriksa kondisi pengemudi yang terindikasi mengantuk atau lelah, memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana, serta membagikan kopi dan makanan ringan secara gratis. Jika pengemudi terbukti mengalami kelelahan berat, petugas mengarahkannya untuk beristirahat di rest area terdekat sebelum melanjutkan perjalanan, sembari menyisir jalur melalui patroli bergerak guna mengidentifikasi potensi bahaya lalu lintas secara dini.

​Dari sisi penegakan hukum dan kelaikan jalan, pengawasan ketat ditujukan pada truk ODOL melalui operasi gabungan bersama pemangku kepentingan terkait. Kendaraan dengan muatan berlebih sangat berisiko memicu kecelakaan beruntun maupun tabrakan dari belakang akibat penurunan daya cengkeram rem dan kestabilan armada. Melalui penindakan dan edukasi ini, Hutama Karya mendorong kepatuhan para pemilik usaha angkutan barang agar mematuhi aturan standar dimensi dan batas beban muatan kendaraan.

​Selain pengawasan operasional, perbaikan infrastruktur fisik juga terus dimaksimalkan pada titik-titik rawan kecelakaan. Hutama Karya menambah dan merawat fasilitas pendukung seperti rambu peringatan, rumble strip (pita penggetar), lampu peringatan (warning light), hingga marka jalan reflektif. Penambahan sarana ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kewaspadaan visual para pengemudi, terutama saat berkendara pada malam hari atau ketika jarak pandang terhalang oleh cuaca buruk.

​Hutama Karya turut mengingatkan pengguna jalan untuk menghindari perilaku berkendara berisiko, seperti lane hogging (menggunakan lajur kanan secara terus-menerus tanpa intentisi mendahului) dan berhenti di bahu jalan. Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dalam kondisi darurat medis atau mekanis. Berhenti di bahu jalan tanpa alasan mendesak sangat membahayakan karena rawan ditabrak oleh kendaraan lain yang kehilangan kendali atau mengalami penurunan konsentrasi.

Baca juga:

Dukung Akses Wisata Danau Toba, Hutama Karya Genjot Pembangunan Rest Area Tipe A di Tol Kutepat

​Untuk mendukung kelancaran perjalanan, masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi Mozy atau memantau akun resmi @HutamaKaryaTollRoad. Jika menghadapi situasi darurat di sepanjang jalan tol Hutama Karya, pengguna jalan dapat segera mengakses fitur SOS di aplikasi Mozy, atau menghubungi Call Center Terintegrasi di 150-700 serta WhatsApp di 08112-77000 untuk mendapatkan penanganan cepat dari petugas operasional.

 

Komentar