Indramayu, tanganrakyat.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN 2) Indramayu menggelar kegiatan In House Training (IHT) Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) bertempat di Ruang Kelas 9D, Jalan KHR. Yusuf No. 1, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Pada Kamis Wage, 29 Oktober 2026.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh sekitar 26 peserta yang terdiri dari kepala madrasah, guru. Pelatihan ini menjadi langkah nyata pihak madrasah untuk terus mendorong para pendidik agar senantiasa belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Melalui IHT tersebut, para guru MTsN 2 Indramayu digembleng untuk memperkuat kompetensi dalam merancang instrumen evaluasi yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, logis, serta terampil dalam memecahkan masalah.
Fokus utama pelatihan ini adalah menggeser pola evaluasi lama yang sekadar menguji hafalan menjadi asesmen yang membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, diharapkan tercipta proses pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul melalui tenaga pendidik yang kompeten.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I, M.Ag., dalam arahannya mengungkapkan sejumlah tantangan penting yang harus dihadapi oleh dunia madrasah saat ini. Pertama, madrasah dituntut untuk memberikan pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar melalui layanan yang prima dan terbaik.
Kedua, para pendidik harus sigap mengatasi kecepatan peradaban digital agar peserta didik tidak merasa bosan akibat metode pengajaran yang tertinggal zaman. Ketiga, ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah sebuah proses panjang, bukan sekadar orientasi hasil akhir agar guru tidak mudah merasa lelah.
Lebih lanjut, Dr. H. Aghuts Muhaimin juga memaparkan filosofi menarik mengenai lima tipe guru dalam dunia pendidikan, yakni guru wajib, guru sunah, guru mubah, guru makruh, hingga guru haram. Ia berpesan agar para pendidik menghindari kategori terakhir, yaitu menjadi guru haram yang kehadirannya justru tidak diinginkan atau dihindari oleh murid-muridnya.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya membangun kepribadian yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi kesopanan dan adab.
Sebagai langkah penguatan eksistensi lembaga, Kepala Kemenag juga menginstruksikan agar pihak madrasah memperkuat sinyal keberadaan MTsN 2 Indramayu bagi masyarakat luas. Hal ini dapat ditempuh melalui pemasangan plang penunjuk arah di jalan raya yang terlihat jelas, publikasi prestasi siswa, penyebaran informasi kepada warga sekitar, serta optimalisasi pemanfaatan media sosial resmi madrasah.
Baca juga:
Menanggapi arahan tersebut, Kepala MTsN 2 Indramayu, Mohammad Kholid, M.Pd.I., yang turut mengutip statement Kepala Kemenag dari pertemuan sebelumnya, menambahkan bahwa seorang pendidik harus memiliki sifat dermawan dalam ilmu. Guru tidak boleh pelit dalam membagikan pengetahuan serta pengalaman berharga kepada para peserta didiknya di ruang-ruang kelas.
”Guru harus memberikan rasa aman kepada murid. Anak-anak harus merasa aman, nyaman, ceria dalam belajar sehingga bisa muncul mahabbah (rasa cinta) dari anak-anak,” tutup Mohammad Kholid, M.Pd.I., menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim madrasah yang humanis dan menyenangkan.













Komentar