Kadis Lingkungn Hidup Aep Surahman Gagap Ditanya Perda Retribusi Sampah

  • Bagikan
Sampah menumpuk dibadan jalan, pihak Dinas Lingkungan Hidup enggan mengangkut Karena pihak desa belum membayar Retribusi Sampah (C. tisna)

Tanganrakyat.id, Indramayu-Menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPA) dibeberapa desa ternyata pihak desa diduga belum membayarkan retribusi pengangkutan dengan nominal antara Rp.200.000 sampai dengan Rp.250.000.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman, itu benar ada retribusi dan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu, tapi ironisnya saat ditanya bunyi dan nomor perda retribusi
yang membenarkan aturan tersebut, dirinya tak memahaminya alias gagap /tidak hafal.

Kadis Lingkungn Hidup Aep Surahman gagap Saat ditanya tentang perda pengelolaan sampah desa (Foto. C.tisna)

“Benar ada retribusinya merujuk pada peraturan daerah tapi terkait nomor dan bunyi saya tidak paham / hafal, tapi yang jelas itu ada perdanya yaitu Rp. 250.000 per rit,” ujar Aep Jum’at (16/04) di ruang kerjanya.

Baca juga:O’ushj Dialambaqa Direktur PKSPD: Proyek TPA Pecuk Dan Persoalan Sampah

Lain halnnya dengan salahsatu Kepala Desa berinisial ST mengatakan bahwa menumpuknya sampah sampai ke badan jalan, dirinya mengaku belum ada anggaran untuk biaya retribusi.

“Saya tuh harus bagaimana, sementara anggaran belum ada kalau dihitung berapa duit yang harus saya bayar, sedangkan sampah makin hari makin menumpuk, Dinas Lingkungan Hidup sendiri tidak pernah memberikan Pelatihan atau apa namanya tentang pengelolaan sampah, ironis kan?

Baca juga:KRI Bersihkan Sampah Plastik Di Pantai Indramayu

Tapi ada juga yang sudah membayar retribusi konon katanya uang sudah  masuk ke kas Pemda Kabupaten Indramayu, sementara fakta di lapangan sampah masih menumpuk, harusnya pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup bisa memfasilitasi ke warga desa untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan sampah anorganik maupun organik, sehingga tidak ada lagi sampah di sekitar lingkungan yang berceceran hingga menimbulkan bau tidak sedap seperti sekarang ini. (C.tisna)

  • Bagikan

Comment