Ono Surono Sentil Kebijakan Bupati Indramayu Kirim Pelajar ke Barak Militer: “Maksimalkan Dulu Sekolah!”

  • Bagikan
Ono Surono Sentil Kebijakan Bupati Indramayu Kirim Pelajar ke Barak Militer: "Maksimalkan Dulu Sekolah!" (Foto: Red)

Indramayu, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, melayangkan kritik pedas terhadap kebijakan kontroversial Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang mengirimkan sejumlah pelajar ke barak militer. Politisi dari PDI Perjuangan ini menilai langkah tersebut prematur dan mendesak agar Pemkab Indramayu fokus memaksimalkan sistem pendidikan formal yang sudah ada.

Minggu (18/5/2025), Ono Surono dengan tegas menyatakan, “Ya seharusnya bupati Indramayu bisa memaksimalkan dulu proses belajar mengajar yang ada di sekolah-sekolah umum.” Ia menekankan bahwa negara telah menyediakan beragam jalur pendidikan, termasuk sekolah luar biasa (SLB) untuk siswa dengan kebutuhan khusus.

Lebih lanjut, Ono Surono menyarankan agar pelajar bermasalah lebih baik diarahkan ke lembaga pendidikan karakter seperti pondok pesantren. “Lalu kita juga banyak pondok pesantren di Indramayu, sehingga pondok pesantren juga kan salah satu kurikulumnya juga bicara terkait dengan pendidikan karakter,” jelasnya. Alternatif lain yang disodorkan adalah panti rehabilitasi yang berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Jawa Barat.

Ono Surono juga menyinggung tahapan penanganan siswa bermasalah. Menurutnya, jalur hukum dengan konsekuensi “penjara anak” yang dilengkapi psikolog dan psikiater, baru menjadi opsi terakhir jika upaya pendidikan karakter tidak membuahkan hasil dan pelajar terbukti melakukan tindak kriminal berat.

Tak hanya itu, Ono Surono secara implisit mengingatkan Bupati Lucky Hakim untuk tidak selalu manut pada arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terutama jika kebijakan tersebut dianggap menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Jadi tidak semestinya harusnya, makanya ya temen-temen di DPRD harus terus memantau, harus memberikan sikap bahwa bupati itu tidak harus juga mengikuti langkah-langkah gubernur Jawa Barat kalau itu salah, aturannya jelas,” tegasnya.

Sebaliknya, Bupati Lucky Hakim sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap program pengiriman pelajar bermasalah ke barak militer yang digagas oleh Gubernur Dedi Mulyadi. “Ini program yang bagus sekali ketika dibawa ke tempat pelatihan militer di situ, ya kan disiplin kan gitu kan. Karena tentu akan ada perbedaan ya antara didisiplinkan di sekolah sama didisiplinkan di militer,” ujar Lucky Hakim usai menghadiri peresmian Gramedia di Mall Indramayu pada Jumat (9/5/2025) yang lalu.

Baca juga:

Ono Surono Sholat Ied Bersama Bupati Indramayu

Kritik keras dari Wakil Ketua DPRD Jabar ini tentu menambah sorotan terhadap kebijakan Bupati Indramayu. Publik kini menanti bagaimana respons Lucky Hakim terhadap masukan tersebut dan apakah akan ada perubahan dalam pendekatannya terhadap pembinaan pelajar bermasalah di Indramayu.

Penulis: Kang Supardi
  • Bagikan

Comment