IKMI Cirebon Beri Nilai 70 untuk 100 Hari Kerja Bupati-Wakil Bupati Indramayu: Terlalu Banyak Seremoni, Janji Belum Tuntas!

  • Bagikan
IKMI Cirebon Beri Nilai 70 untuk 100 Hari Kerja Bupati-Wakil Bupati Indramayu: Terlalu Banyak Seremoni, Janji Belum Tuntas! (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) Sewilayah Cirebon secara terang-terangan menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. Mereka bahkan ‘menghadiahi’ nilai 70 untuk Lucky Hakim dan Syaefudin di awal masa pemerintahannya, sebuah angka yang menurut mereka “di atas batas tapi masih banyak yang kurang.”

Ketua Umum IKMI Cirebon, Wahyu Ilahi, pada Jumat (30/5/2025), menyampaikan bahwa kinerja pasangan kepala daerah ini dinilai terlalu banyak diisi dengan acara seremonial. “Belum mengarah pada upaya pengentasan masalah yang dihadapi masyarakat,” tegas Wahyu.

Janji Kampanye Belum Terealisasi Penuh
Wahyu menyoroti beberapa janji kampanye Lucky Hakim-Syaefudin yang dinilai belum terealisasi secara signifikan. Salah satunya adalah penataan birokrasi di lingkungan Pemkab Indramayu. Hingga saat ini, masih banyak jabatan kepala dinas yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), yang menurutnya menghambat jalannya roda pemerintahan.

Tak hanya itu, janji “jalan mulus dan layak” juga menjadi sorotan. Meskipun perbaikan sudah dilakukan, Wahyu menyebut bahwa pelaksanaannya belum merata. Banyak warga yang masih mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak parah di media sosial. Ia bahkan memberi contoh kejadian pilu anak SD yang harus berjalan kaki di jalanan becek dan berlumpur untuk menuju sekolah.

Penerangan Jalan Umum (PJU) di Indramayu juga tak luput dari kritik. Wahyu menyebut masih banyak ruas jalan yang gelap gulita, menambah daftar pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Baca juga:

HMI Indramayu Bongkar Dugaan Korupsi dan Penggelapan Aset di Universitas Wiralodra

IKMI Cirebon juga mendesak Bupati untuk segera menyelesaikan audit dana desa di seluruh Indramayu. Hal ini penting sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran kepada masyarakat, menurut Wahyu.
Dari segi ekonomi, dampak kinerja pemerintah daerah juga dinilai belum terasa. Wahyu mencontohkan gejolak petani saat momen panen raya kemarin. Ia menyebut bahwa banyak petani tidak mendapatkan harga jual yang layak di awal musim panen, yang “jadi kendala buat ekonomi masyarakat di desa-desa.”

Meski demikian, Wahyu Ilahi masih menunjukkan optimisme. Ia berharap Lucky Hakim-Syaefudin dapat memperbaiki kinerja pemerintahan ke depannya dan segera merealisasikan janji-janji yang telah diusung.

  • Bagikan

Comment