Tiga Aktivis Kritik Pemkab Indramnayu, Dalam Diskusi Publik Menyongsong Tahun 2026

  • Bagikan
Tiga Aktivis Kritik Pemkab Indramnayu, Dalam Diskusi Publik Menyongsong Tahun 2026 (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Tiga Aktivis  bertemu bahas kemajuan Kabupaten In.dramayu di antaranya koordinatoor umum Forum Peduli Indramayu, Nanik pengamat politik, Dan Nurbaety Ketua paguyuban Umkm Sport Center (SC) Indramayu, dalam perbincangan ketiga aktivis membawa misi yang berbeda, Masdi mendorong partisipasi politik kaum muda dan Penegakan Hukum di wilayah Indramayu.

Menurut Masdi,  Hukum di Indramayu masih di pandang tak tegas dan masih tebang pilih dalam realitanya, termasuk soal lambatnya penanganan kasus BPR KR yang sampai sekarang belum terselesaikan,begitupun aktivis Nanik dalam kanca politiknya dia mengaku telah mengantarkan sosok Bupati sampai menepati kursinya tapi sayangnya kebijaknya masih belum transparan, mengenai kasus Mutasi Pejabat pergantian sampai kebijakan penggunaan Anggaran  Daerah, akan tetapi dirinya mengakui semua itu hanya dugaan terlepas dari dimensi serta dinamika politik.

Sementara Nurbaeti dirinya menuturkan keresahan para pedagang sportcenter dengan adanya warung remang remang dan diskotik yang menjamur di kawasan sarana Olahraga tersebut, menurut dirinya, SC sebagai Salah Satu Icon Kota ternodai dan terkotori akibat ulah beberapa oknum, dirinya sudah puluhan tahun mengadu ke beberapa Intansi terkait tetapi sampai sekarang belumn ada tindaklanjut.

Pernyataan ketiga aktivis itu disampaikan ke awak media saat pada Diskusi dengan tema ‘Diskusi Publik Para Aktifis Indramayu Menyongsong Thn 2026″

Kordum sapaan akrab Nanik, juga menjelaskan, apatisme politik masyarakat, terutama kaum muda, menjadi celah atau peluang lahirnya kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat dan jauh dari konsep berwawasan lingkungan yang mana di dalamnya banyak program program pemerintah yang tak berjalan.

Masdi mencontohkan, tentang analisis masalah dampak lingkungan atau amdal. Saat ini, kata dia, amdal hanya dijadikan pelengkap, bukan penghambat. Padahal, lanjut dia, amdal adalah cara alam semesta menghambat pembangunan.

“Namun karena kaum muda tidak peduli politik, akhirnya lahir pemimpin jahat dan bodoh. Sehingga dapat dikatakan, apatisme politik kaum muda adalah salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup,” ucap Masdi. Rabu.(7/01/2026)

Pakar politik Nanik mendorong partisipasi politik kaum muda. Hal itu, kata dia, karena semua aspek dalam kehidupan, termasuk soal lingkungan hidup, tidak akan bisa lepas dari dimensi politik.

Masdi yang juga aktif meneliti tentang desa juga mengatakan, pembicaraan tentang penegakan hukum di wilayah Indramayu masih bersifat elitis. Paradigma etika para oknum APH.

Sehingga banyak kebijakan yang melahirkan ketimpangan serta sarat ladang korupsi  namun luput dari pengamatan.

Selain itu, minimnya kepedulian terhadap masyarakat  juga disebabkan karena, seringnya masyrakat saat menyampaikan kebenaran di media sosial tersangkut oleh Hukum,

“Kalau masyarakat mengeluarkan unek unek kadang kita sering lihat mereka terjerat hukum yang berujung mereka terintimiodasi, ” terang Masdi

Pemateri lain adalah Ketua Serikat Pedagang Nubaeti, Dia mengatakan, sering mnelakukan perlawanan terhadap kegiatan perusakan moral  di sekitar seperti yang terjadi di lingkungan sportcenter tentang pemindahaan warung remang remang harus terus digemakan sampai benar benar bersih dari pegiat asusila.

Nur menjelaskan, SC adalah suatu Icon Kota yang mana harus bersih dan dikenang sebagai suatu keberhasilan pembangunan.

“Hal itu berbahaya jika tidak di gubris, sudah puluhan bertahun tahun lokalisasi bercokol di sekitar SC tetapi apertinya Aparat tutup Mata, ,” ucap Nurbaeti.

Baca juga:

Proyek Rp200 Miliar “Ambyar”! Gubernur Coret Revitalisasi Sport Center Indramayu, Pedagang Ngamuk Merasa Diprank!

Hal senada disampaikan akademisi  Nanik Kabupaten Indramayu. Dia menuturkan peristiwa itu sebagai bentuk  kepemimpinan yang tak tegas hingga membiarkan hal itu terjadi.

“Yang Mba Nur sampaikan adalah salah satu contoh dimana tidak ada ketegasan dalam kepimpinan sekarang hingga berlarut larut dan meninggalkan kesan merusaj moral dan menciptakan polemik di masyarakat”. ucap dia.

Penulis: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment