PLN PLTA Peusangan ‘Tutup Mata’, 38 Hari Bencana Aceh Tengah GMNI Sebut Tak Ada Empati!

  • Bagikan
PLN PLTA Peusangan 'Tutup Mata', 38 Hari Bencana Aceh Tengah GMNI Sebut Tak Ada Empati! (Foto: Red)

Takengon, tanganrakyat.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah melontarkan kritik pedas terhadap PT PLN (Persero) terkait pengoperasian PLTA Peusangan I dan II yang dinilai tidak memiliki kepedulian sosial.

Sekretaris GMNI Aceh Tengah, Hamzah, menyatakan kekecewaannya karena hingga 38 hari pascabencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada Kamis (8/1/2026), pihak PLN belum juga menunjukkan langkah nyata dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

​Kekecewaan ini memuncak lantaran PLTA Peusangan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seharusnya memiliki tanggung jawab sosial (CSR) yang kuat terhadap lingkungan operasinya.

Hamzah membandingkan sikap pasif PLN dengan perusahaan lain di Aceh Tengah yang justru telah lebih dulu bergerak memberikan kontribusi.

Menurutnya, perusahaan besar jangan hanya mengeruk keuntungan ekonomi dari bumi Gayo tetapi justru terkesan “abai” dan tidak memiliki empati saat masyarakat sedang dilanda kesusahan besar.

​GMNI Aceh Tengah mendesak agar manajemen PLN PLTA Peusangan segera turun tangan dalam upaya pemulihan pascabencana melalui program sosial yang konkret. Mereka juga meminta pemerintah daerah untuk bersikap tegas dalam mengawasi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Aceh Tengah agar tidak hanya menjadi penonton di tengah penderitaan rakyat.

Penegasan ini disampaikan sebagai pengingat bahwa kehadiran investasi di daerah harus sejalan dengan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat setempat.

Editor: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment