Jakarta, tanganrakyat.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) mengawali tahun 2026 dengan capaian gemilang melalui keberhasilan replikasi teknologi velocity string pada kegiatan dual completion di Sumur BNG-68, Pertamina EP Adera Field.
Inovasi ini terbukti ampuh meningkatkan produksi migas nasional, di mana lapisan L1 menghasilkan 281 BOPD minyak dan 0.32 MMSCFD gas, sementara lapisan N2 mencatatkan 123 BOPD minyak serta 3.31 MMSCFD gas.
Teknologi ini menjadi solusi jitu untuk memproduksi dua reservoir dengan tekanan berbeda secara bersamaan tanpa risiko cross flow yang biasanya dapat mematikan sumur bertekanan rendah.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, pada Rabu, 21 Januari 2026 mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan bukti efisiensi nyata bagi perusahaan. Selain melampaui target produksi, proses pengerjaan di Sumur BNG-68 berhasil dipersingkat 1 hingga 2 hari dari jadwal semula, serta merampingkan langkah kerja dari 12 tahap menjadi hanya 10 tahap.
Padahal, operasional di lapangan menghadapi tantangan berat berupa kandungan gas yang tinggi serta cuaca hujan ekstrem selama pengerjaan berlangsung.
Keberhasilan di Sumatra ini menyusul tren positif Elnusa pada tahun 2025, di mana teknologi serupa sukses mendongkrak produksi Sumur PPS-X19 hingga 1.418 BOPD. Melihat efektivitasnya dalam mengoptimalkan biaya operasi dan mempercepat waktu implementasi, Elnusa berencana melakukan replikasi serupa di Cluster Gunung Kemala serta memperluas layanan ke wilayah Pertamina EP Zona 7 di Jawa.
Baca juga:
Pulihkan Harapan Pasca Bencana, Elnusa-Pertamina Bangun Sumur Air Bersih di Sumatera dan Aceh
Langkah strategis ini mempertegas komitmen Elnusa dalam mendukung target swasembada energi nasional melalui inovasi teknologi yang andal dan kompetitif.













Comment