Jakarta, tanganrakyat.id – PT Elnusa Tbk (Elnusa) resmi memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui integrasi layanan jasa hulu migas berbasis teknologi tinggi.
Dalam forum Scope Upstream Excellence di Grha Pertamina, Kamis (29/1), Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menegaskan bahwa perusahaan kini fokus pada efisiensi ujung-ke-ujung (end-to-end).
Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan bawah permukaan seperti Land Node dan Ocean Bottom Node (OBN), Elnusa berkomitmen meminimalkan risiko kegagalan pengeboran (dry hole) di tengah tantangan lapangan migas Indonesia yang semakin matang dan berisiko tinggi.
Strategi utama yang diusung adalah pergeseran pola kerja dari sekuensial menjadi paralel guna mempercepat transisi dari tahap eksplorasi ke produksi. Melalui penerapan Full Waveform Inversion (FWI) dan fasilitas produksi modular (Early Production Facility), Elnusa mampu melakukan pengolahan data reservoir secara bersamaan dengan pembangunan fasilitas lapangan.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempercepat siklus proyek sehingga nilai ekonomi lapangan dapat segera dirasakan oleh pemangku kepentingan tanpa mengabaikan aspek akurasi data bawah permukaan.
Selain keunggulan teknis, anak usaha Pertamina ini juga menjalankan inisiatif Cost Leadership dengan model Low Cost Operator (LCO) untuk menghidupkan kembali lapangan-lapangan marjinal yang selama ini dinilai tidak ekonomis.
Baca juga:
Elnusa Tebar Manfaat: 27 Program CSR 2025 Sentuh 57 Ribu Warga di Seluruh Indonesia
Inovasi layanan terintegrasi ini diklaim mampu memangkas biaya operasional antara 15% hingga 25%. Kedepannya, Elnusa akan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi manajemen proyek guna memastikan eksekusi operasional yang lebih presisi, aman, dan berkelanjutan bagi industri energi tanah air.













Comment