Indramayu, tanganrakyat.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Cangko, Kecamatan Tukdana, Indramayu, sukses menyelenggarakan tradisi tahunan “Mapag Sri” pada 27 hingga 28 April 2026.
Acara yang dipusatkan di halaman kantor desa ini berlangsung meriah dengan menampilkan pagelaran Wayang Kulit Purwa dari grup Langen Kusuma Putra asal Lohbener, di bawah arahan Dalang Haji Rusmanto Bin Haji Tomo. Selain pertunjukan wayang yang memukau, kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan puluhan penari topeng dari anak-anak kreatif Desa Cangko, yang berhasil menghidupkan suasana budaya sekaligus memberikan hiburan bagi warga.
Sebelum puncak hiburan dimulai, Kepala Desa Cangko, Haji Casnadi, S.E., memimpin acara tasyakuran dan doa bersama yang dihadiri oleh jajaran Muspincam Kecamatan Tukdana, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Tradisi Mapag Sri ini digelar sebagai wujud syukur mendalam kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah, sekaligus menjadi sarana memohon keberkahan agar hasil pertanian di masa mendatang tetap melimpah, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani di wilayah tersebut.
Kepala Desa Cangko, Haji Casnadi, S.E., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan sektor pertanian di desanya. Senada dengan hal tersebut, Tarwin, selaku Ketua RT 01/RW 01, menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah desa atas terselenggaranya acara ini.
Menurut Tarwin, pagelaran wayang bukan sekadar hiburan semata, melainkan sarana krusial untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta ruang berbagi informasi penting seputar dunia pertanian di tengah masyarakat.
Melalui perpaduan seni budaya dan nilai spiritual, perhelatan Mapag Sri tahun 2026 ini berhasil menciptakan harmoni yang kuat di tengah masyarakat Desa Cangko.
Kesuksesan acara yang dipadati warga ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Cangko dalam melestarikan warisan leluhur di tengah modernisasi zaman.
Baca juga:
Lestarikan Kearifan Lokal, Desa Cangko Gelar Tradisi Mapag Tamba untuk Tolak Bala Pertanian
Harapan besar pun tersemat agar tradisi syukur panen ini terus lestari dan senantiasa membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Cangko ke depannya.













Comment