Indramayu, tanganrakyat.id – Pemerintah Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, kembali menyelenggarakan agenda tahunan adat desa “Mapag Tamba” pada Jumat (03/04/2026).
Prosesi sakral ini dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa, pengurus mushola, guru ngaji, hingga masyarakat setempat yang kompak mengenakan pakaian adat komboran bernuansa hitam. Rangkaian acara sendiri telah dimulai sejak Kamis sore melalui doa dan tahlil bersama yang bertepatan dengan momen sakral Jumat Kliwon untuk memohon kelancaran ritual.

Tradisi Mapag Tamba ini dilaksanakan dengan cara mengelilingi batas desa dan area persawahan oleh utusan desa yang membawa bumbung bambu berisi air suci. Selama prosesi penyiraman air tersebut, para petugas wajib mematuhi aturan sakral yakni dilarang berbicara dan tidak diperbolehkan menengok ke belakang. Ritual ini dipercaya secara turun-temurun sebagai upaya “menolak bala” pertanian, melindungi tanaman padi dari serangan hama, serta memohon kesuburan tanah agar hasil panen melimpah.
Kepala Desa Cangko sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Tukdana, Haji Casnadi, S.E., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara meski dirinya berhalangan hadir secara langsung karena kondisi kesehatan. Beliau menyoroti cuaca tahun ini yang sangat mendukung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sering terkendala hujan deras. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Saya berharap adat ini terus dilestarikan hingga anak cucu demi menjaga hubungan manusia dengan alam serta kesejahteraan petani di Desa Cangko,” ujar Haji Casnadi.

Baca juga:
Antusiasme juga dirasakan oleh para pengurus kewilayahan, salah satunya Tarwin (Mas Bayong), Ketua RT 01 Desa Cangko, yang mengikuti prosesi dari awal hingga akhir. Menurutnya, semangat masyarakat tahun ini sangat tinggi karena didukung oleh cuaca yang cerah tanpa hambatan berarti. Melalui agenda rutin ini, Pemerintah Desa Cangko berharap sinergi antara nilai budaya agraria dan doa bersama dapat menjadikan lahan pertanian di wilayah Tukdana semakin subur, makmur, dan sejahtera di masa depan.













Comment