Indramayu, tanganrakyat.id – Dunia pariwisata Indramayu berduka sekaligus meradang. Seorang bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan tewas mengenaskan setelah tergulung ombak dan tenggelam saat berenang bersama empat temannya di objek wisata Pantai Bali (Balongan Indah), Indramayu, pada Rabu (10/6) yang lalu. Bukannya menunjukkan empati mendalam atas tragedi berdarah ini, pihak manajemen pengelola justru memicu kegeraman publik dengan melemparkan dalih sepihak bahwa korban masuk tanpa tiket resmi demi meloloskan diri dari jerat tanggung jawab.
Tragedi memilukan ini bermula ketika korban dan rekan-rekan sebayanya berniat menghabiskan waktu di pantai tersebut. Namun malang, minimnya pengawasan ketat di area rawan dan ganasnya arus laut seketika menyeret tubuh mungil korban ke pusaran air yang dalam hingga tak bernyawa, meskipun tim rescue sempat melakukan evakuasi pasca-kejadian. Alih-alih mengevaluasi bobroknya Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang dituding longgar, pihak pengelola justru memilih bungkam seribu bahasa saat dicecar awak media dan bersembunyi di balik alasan administratif yang dinilai sangat tidak manusiawi.
Sikap “cuci tangan” bin tak acuh dari pengelola pantai ini langsung memantik api amarah dari pihak keluarga korban yang sedang dirundung duka nestapa.
Herman, kakak ipar korban, dengan nada tinggi mengecam keras pernyataan egois pengelola yang mengabaikan hilangnya nyawa seseorang hanya karena urusan selembar kertas karcis. Pihak keluarga menilai argumen tersebut hanyalah akal-akalan busuk untuk menghindari tanggung jawab hukum dan moral atas kelalaian fatal yang terjadi di wilayah otoritas wisata mereka.

Kini, bola panas kasus ini menggelinding ke ranah hukum seiring dengan desakan publik yang menuntut keadilan bagi almarhum.
Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan secara agresif, mengusut tuntas indikasi kelalaian manajemen, dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke balik jeruji besi.
Baca juga:
Jalin Solidaritas Tanpa Sekat, Member JIPS GYM Indramayu Gelar Bukber di Pantai Cemara
Sedangkan Ketua ERT (Emergency Respons Team) Ismail Husni dari dulu pernah mengusulkan namanya obyek wisata itu harus punya standar SOP termasuk di wisata obyek wisata harus ada stanby team penolong yang Kompeten.
“Nah itu sudah belum terkait adanya Team Rescue yanga kompeten,” ucap Ismail Husni.
Masyarakat pun mulai menyuarakan boikot dan mempertanyakan kelayakan izin operasi Pantai Balongan Indah, menegaskan bahwa nyawa seorang anak manusia jauh lebih berharga daripada birokrasi tiket masuk sebuah tempat hiburan.













Comment