Indramayu, tanganrakyat.id – Warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mendadak geger setelah ditemukannya satu keluarga tewas mengenaskan di dalam rumah mereka.
Kasus dugaan pembunuhan sadis yang terjadi tahun lalu menjadi pusat perhatian publik.
Hingga saat ini, Motif menurut BAP (Berita Acara Perkara) adalah uang sewa mobil 750.000 yang saat ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh Tim Satreskrim Polres Indramayu guna mengungkap tabir kematian para korban yang dikenal sosialis tersebut.
Di tengah bergulirnya penyelidikan, Toni RM selaku pengacara dari Ririn, sosok yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini secara tegas membantah keterlibatan kliennya di hadapan awak media.
Ada bukti baru saya berikan kepada majelis Hakim berupa potongan video saat pengacara Hery Reang, keluarga dan RT setempat mendobrak kios pada tanggal 11 September 2026, menurut Toni pada saat pendobrakan tersebut kondisi kios dalam kondisi rapi dan tidak terlihat adanya bercak darah.
“Pada dasarnya Ririn sama sekali tidak mengetahui adanya rencana maupun aksi pembunuhan tersebut. Kehadiran Ririn di lokasi pada waktu itu murni didasari atas niat baik untuk mendatangi saksi bernama Budi dengan tujuan menengahi masalah utang-piutang sebesar Rp.,900.000, bukan untuk melakukan tindakan kriminal,” ujar Toni RM, Rabu Legi, 3 Juni 2026 di Pengadilan Negeri Indramayu disela-sela sidang.
Guna memperkuat pembelaannya, Toni RM menyerahkan bukti terbaru kepada pihak berwajib berupa rekaman dari seorang pemilik toko dan kesaksian dari Hery Reang. Berdasarkan bukti tersebut, pihak kuasa hukum menegaskan tidak ditemukan adanya bercak darah sama sekali, melainkan hanya bau telur yang menyengat.
Langkah ini diambil sebagai bahan perbandingan bagi majelis hakim untuk menilai konsistensi keterangan saksi lain bernama Prio, yang diketahui sempat berubah-ubah selama proses pemeriksaan.
Demi transparansi dan keadilan yang hakiki, Toni RM juga menegaskan akan meminta majelis hakim untuk membuka rekaman CCTV secara penuh (full) yang merekam kejadian pada 28 Agustus 2025 tahun lalu.
Baca juga:
Sementara itu, kepergian para korban yang dikenal hangat dan pandai bersosialisasi meninggalkan duka mendalam sekaligus ketakutan bagi warga setempat. Masyarakat Paoman kini hanya bisa berharap agar pihak kepolisian dapat segera meringkus pelaku utama dan menuntaskan kasus ini seadil-adilnya.













Comment