Makassar, tanganrakyat.id – Sulawesi Selatan kini tengah darurat aksi oknum wartawan gadungan yang mulai meresahkan masyarakat luas. Sejumlah wilayah, mulai dari Soppeng hingga Pinrang, menjadi sasaran empuk para pelaku yang mengaku sebagai pemburu berita namun tidak memiliki kartu pers resmi maupun surat tugas yang jelas.
Fenomena ini memicu kemarahan publik, terutama bagi para kepala sekolah dan pelaku usaha yang kerap dijadikan target intimidasi demi kepentingan pribadi para oknum tak bertanggung jawab tersebut.
Ketua PW Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, pada Senen Kliwon, 22 Juni 2026, membongkar modus busuk oknum-oknum yang diduga hanya bermodal nekat dan kartu identitas palsu ini. Zulkifli menegaskan bahwa profesi wartawan yang mulia telah dicemarkan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kompetensi jurnalistik dan hanya mengandalkan ancaman untuk mencari keuntungan. Masyarakat kini dituntut untuk lebih kritis dan tidak boleh takut saat berhadapan dengan mereka yang mengatasnamakan pers untuk menekan narasumber.
Baca juga:
Tindakan tegas pun mulai didorong oleh IWO Sulsel agar masyarakat tidak ragu melabrak oknum yang tidak bisa menunjukkan identitas legal saat melakukan peliputan. Jika ditemukan indikasi pemerasan atau intimidasi yang mencurigakan, masyarakat diimbau untuk segera menyeret mereka ke pihak kepolisian. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya cara untuk membersihkan nama baik insan pers dari “sampah-sampah” yang merusak demokrasi dan kepercayaan publik di berbagai pelosok kabupaten di Sulawesi Selatan.
Zulkifli memperingatkan bahwa kebebasan pers bukanlah tameng bagi siapa pun untuk melakukan tindakan kriminal. Pihaknya berkomitmen akan terus mengawal dan memburu oknum-oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalistik demi memperkaya diri sendiri.
Bagi masyarakat, waspada adalah kunci; jangan beri ruang bagi para oknum gadungan yang berani mencoba mengganggu ketenangan Anda dengan kedok kartu pers abal-abal.












Comment