Tolikara, tanganrakyat.id – Tanah Papua kembali berduka dan berlumuran darah setelah lima pekerja bangunan tanpa dosa dibantai secara sadis oleh kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Tragedi biadab ini terjadi di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Ahad (2/8/2026), saat para korban tengah beristirahat setelah lelah membanting tulang mencari nafkah bagi keluarga mereka.
Aksi teror berdarah ini langsung memantik amarah nasional dan menuai kecaman keras dari berbagai elemen, termasuk Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion. Dengan nada geram di Jakarta, Senin Pahing, (3/8/2026), ia mengecam keras tindakan tidak berperi kemanusiaan tersebut dan mempertanyakan sampai kapan warga sipil tak berdosa harus terus menjadi korban keganasan kelompok separatis yang tega merampas hak hidup damai rakyat.
Pembantaian keji ini dinilai bukan sekadar pembunuhan biasa, melainkan bentuk sabotase terang-terangan terhadap masa depan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Padahal, para korban adalah pahlawan infrastruktur yang mendedikasikan tenaga mereka untuk membangun akses jalan, jembatan, sekolah, serta fasilitas kesehatan demi kemajuan warga lokal yang selama ini mendambakan pembangunan.
Menyikapi eskalasi ancaman yang kian mencekam ini, negara didesak untuk segera menunjukkan taringnya dan tidak boleh kalah melawan separatisme.
Baca juga:
Pledoi Ririn Rifanto: Dakwaan Jaksa Disebut Rekayasa, Muncul Sosok Misterius dari Papua
Pemerintah bersama aparat TNI dan Polri kini dituntut tidak hanya memburu serta menangkap seluruh pelaku hingga tuntas, tetapi juga merumuskan evaluasi total serta skema pengamanan ketat agar teror serupa tidak pernah terulang di bumi Cenderawasih.













Comment