Jakarta, tanganrakyat.id – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terus membuktikan diri sebagai pilar penting pendidikan nonformal yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia. Pada kunjungan khususnya hari Selasa Pahing, 22 September 2026, tokoh pendidikan nasional sekaligus Wakil Menteri Pendidikan periode 2010-2011, Fasli Jalal, mendatangi PKBM Pelindo Prestasi di Jakarta untuk meninjau langsung efektivitas pembelajaran alternatif bagi anak-anak yang belum beruntung di sistem formal.
Kehadiran lembaga nonformal ini menjadi penyelamat krusial di tengah tantangan tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) nasional. Berdasarkan data Susenas BPS yang dicatat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat ada sekitar 2,92 juta hingga 3,96 juta anak usia 7 hingga 18 tahun berada di luar sistem sekolah formal, dengan mayoritas kasus putus sekolah terkonsentrasi pada jenjang pendidikan menengah.
Dalam arahannya, Fasli Jalal menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak kaku, kontekstual, serta berorientasi pada praktik langsung (hands-on). Menurutnya, durasi belajar yang fleksibel serta penyesuaian dengan minat individual sangat cocok untuk merangkul korban perundungan, anak dari keluarga kurang mampu, hingga mereka yang terpaksa bekerja di usia dini.
Tidak hanya fleksibel, lembaga ini juga didorong untuk beradaptasi dengan era digital melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Fasli menjelaskan bahwa AI dapat membantu siswa menyerap informasi secara mandiri, dengan catatan tetap memerlukan pendampingan tutor agar anak-anak mampu memverifikasi validitas data dan fakta secara akurat.
Baca juga:
Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah
Selain penguasaan teknologi, model pendidikan diarahkan menuju integrasi mikro-kredensial dan pengakuan kualifikasi kompetensi seperti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sistem sertifikasi ini memungkinkan lulusan PKBM menyetarakan ijazah mereka dari tingkat SD hingga SMA, serta membuka peluang lebar untuk melanjutkan kuliah ke politeknik atau perguruan tinggi.
Baca juga:
PKBM Insan Mandiri Buka Pendaftaran Sekolah Kesetaraan Tanpa Batas Usia
Kepala PKBM Pelindo Prestasi, Wiyanto, menyambut antusias kunjungan dan masukan strategis yang diberikan oleh Fasli Jalal. Ia menilai kehadiran dan dukungan moral dari tokoh nasional tersebut sebagai suntikan semangat besar bagi masa depan anak bangsa, sekaligus mengukuhkan bahwa lulusan PKBM memiliki legalitas setara dan siap bersaing di dunia kerja maupun perguruan tinggi.







Komentar