Jakarta, tanganrakyat.id – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan (reshuffle) ketujuh terhadap jajaran Kabinet Merah Putih pada hari ini, Kamis Legi, (1/10/2026) siang. Langkah strategis ini diumumkan secara resmi untuk memperkuat kinerja pemerintahan serta mengoptimalkan program-program prioritas nasional yang sedang berjalan.
Pelantikan para pejabat tinggi negara tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara. Selain itu, pengangkatan pejabat setingkat menteri juga merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 105/P/2026 yang mengatur posisi Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Dalam perombakan kali ini, sejumlah posisi strategis mengalami pergeseran figur penting. Sugiono yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Menteri Luar Negeri kini dipercaya untuk memegang komando sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno. Posisi Menteri Luar Negeri selanjutnya diisi oleh Arrmanatha Nasir.
Perubahan signifikan juga terjadi pada sektor pertahanan dan keamanan, di mana Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Menko Politik dan Keamanan (Polkam) menggantikan Jamari Chaniago. Sementara itu, kursi Menteri Perindustrian kini dipercayakan kepada M. Sarmuji untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Tidak hanya jajaran menteri dan wakil menteri, Presiden Prabowo juga melakukan rotasi besar di tubuh lembaga tinggi dan penegak hukum. Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sementara posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kini resmi dijabat oleh Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dengan Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat.
Baca juga:
Seluruh rangkaian pelantikan pejabat negara ini berlangsung khidmat di Istana Kepresidenan Jakarta dengan tetap mengedepankan protokol kenegaraan. Dengan formasi baru ini, pemerintah berharap ritme kerja kabinet semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.







Komentar