oleh

SD Cibeber Kabupaten Indramayu Rusak Parah

-Daerah-833 views

Tanganrakyat.id – Indramayu – SDN Cibeber Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,mengalami rusak parah dan minin fasilitas sehingga orang tua siswa enggan menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Sepi tampa aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Bukan tanpa sebab, heningnya aktivitas belajar mengajar karena diketahui minimnya jumlah siswanya hanya hitungan jari.

“Di sini, Orang tua murid cenderung menyekolahkan anak di Madrasah Ibtidaiyah,” kata Bagyana Kepala SDN Cibeber Indramayu saat bertemu dengan awak media Kamis (13/9/2018)

Keadaan lengang di ruang kelas pun tak hanya terlihat di ruang kelas satu, melainkan di lima kelas lainnya di sekolah tersebut. Dia mengaku, kelima kelas yang lain juga memiliki jumlah siswa yang sangat minim sekali.

Masih menurut kepala tersebut, secara keseluruhan jumlah siswa di SDN Cibeber Indramayu Terdiri dari sembilan kelas yaitu kelas satu 6 siswa, 2 siswa di kelas 2, lima siswa di kelas 3, sembilan siswa di kelas 4, lima siswa di kelas 5, dan delapan siswa di kelas 6.

SDN Cibeber ini merupakan satu-satunya SD Negeri di desa Cibeber, Kabupaten Indramayu. Dua sekolah lainnya yakni MI berstatus swasta.

Bagyana mengatakan, di sekolah tersebut terdapat empat guru PNS dan empat tenaga sukarelawan. Ironisnya, selama sekolah berdiri, para tenaga pengajar terus berusaha mencari siswa.

“Padahal sekolah di sini gratis,” kata Bagyana.

Dia bersama tenaga pengajar lain tak lelah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Mengumpulkan semua stakeholder mulai dari tingkat RT dan RW, mengajak para orang tua agar menyekolahkan anak-anak mereka ke SDN Cibeber Indramayu.

Sayang, hingga saat ini usaha yang mereka lakukan belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Tak hanya minim jumlah siswa, Bagyana mengaku fasilitas di sekolah tersebut tidak memiliki fasilitas yang memadai sebagai ini mungkin yang membuat orang tua siswa enggan menyekolahkan ke tempat ini, salah satu contoh fasilitas toiletpun engga ada , ironis kan.

“Kerusakan bangunan pada plafon terlihat sangat parah. Plafon di sepanjang lorong sekolah itu berlubang dimana-mana,” ujarnya

Kondisi serupa juga terlihat pada plafon di setiap ruang kelas. Dinding yang gompel terlihat di sejumlah titik di dalam ruang kelas.

Dia mengatakan, SDN Cibeber hanya memiliki lima ruang kelas. Dari jumlah itu, empat kelas difungsikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

“Karena jumlah kelas tidak cukup, terpaksa ada kelas yang harus bergantian,” ujar dia.

Sedangkan satu ruang kelas lainnya, difungsikan sebagai ruang guru yang digabung dengan ruang kepala sekolah. Ruang TU sekaligus sedikit untuk ruang tamu jika ada tamu yang berkunjung.

Meski dengan jumlah siswa yang minim maupun fasilitas yang masih kurang, asesor yang melakukan penilaian pada 2016 lalu menyatakan layak dipertahankan dan tidak dimerger dengan sekolah lainnya. “Alasannya, sekolah itu merupakan satu-satunya sekolah negeri di Desa Cibeber.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Nurhasanah, mengaku sengaja menyekolahkan anaknya di SDN Cibeber karena dekat dengan rumahnya,
Harapan kedepan pemerintah dalam hal ini Indramayu lebih peduli dengan keadaan sekolah kami ini mengingat majunya suatu daerah juga di tunjang majunya pendidikan di daerah tersebut,”pungkasnya. (Kkp/KSpd)

Komentar

News Feed