oleh

Perundingan UMSK Indramayu 2020 Sempat Deadlock, Serikat Buruh Keluar Ruangan

-Daerah, Ekbis-2.001 views

Tanganrakyat.id, Bandung Jawa Barat – Perundingan UMSK (Upah Minimum Sektor Kabupaten ) Indramayu dilaksanakan di salah satu hotel di Jl. Ir. Haji Juanda Coblong Bandung Jawa Barat, berlangsung selama 2 hari Kamis, Jum’at (21-22/2019).

Dalam perundingan UMSK Migas Indramayu antara pihak apindo bersama perusahaan sektor dengan Pekerja sektor yang bersangkutan yaitu ada 4 Serikat Pekerja yang hadir disini Serikat Pekerja Gas bumi, Serikat Pekerja Arya Wiralodra, Serikat Pekerja Elpiji dan Serikat Pekerja Persada Nusantara, di hadiri dari Apindo, Perwakilan Polres Indramayu, Kodim 0616 Indramayu, perwakilan More III Erlina, dan juga Perwakilan dari PT Pertamina Balongan di wakili Manager HC RU VI Balongan Saekhu.

Suasana Perundingan UMSK Indramayu Tahun 2020 Yang Sempat Deadlock Karena Pihak Apindo Menginginkan Kenaikan Hanya Sebesar 5% Dari Tuntutan Buruh 8.51% (Foto. KkP)

Perundingan berjalan sangat alot SP LPG Balongan mengajukan usulan UMSK sebesar 21%, SP Gas Bumi 15%, SP Wiralodra 15 % , SP Persada 12% , sedangkan Apindo sebagai pengusaha merekomendasikan sebesar 5%, pihak serikat turun dari permintaan awal menjadi 8.51%. Pukul 21:50 WIB SP Wiralodra, SP Gasbumi, SP LPG Balongan, dan juga SP Persada keluar dari perundingan karena pihak Apindo yaitu yang diwakili Jeksen ketua apindo ngotot tetap menaikan di angka 5%. Serikat Buruhkan menganggap perundingan malam itu gagal / deadlock tidak menemui titik temu dan buruhpun membubarkan diri.

Perundingan di lanjutkan hari Jum’at tanggal 22/11/2019, situasi sempat bersitegang lagi dan dari kedua belah pihak Apindo dan serikat buruh minta di adakan brick untuk di capai kesepakatan dari serikat buruh itu sendiri, setelah di adakan brick dan perundingan lagi dengan berbagai pemaparan yang dilakukan Serikat Pekerja Aria Wiralodra dengan juru bicaranya saudara Cari tentang pekerjaan yang ada di lingkungan pertamina yang penuh resiko, juga pemaparan dari Ketua Serikat Gasbumi saudara Haris Hadi, maka pada sesi kedua Apindo menerima usulan yang diajukan oleh pihak buruh yaitu 8.51% dan di sambut tepuk tangan oleh anggota serikat buruh. Dengan perincian sebagai berikut: dari Rp. 3.300.116, naik 8.51% yang besarnya Rp. 280.839 menjadi Rp. 3.580.955.

Anggota Tim Perundingan UMSK 2020 Kabupaten Indramayu (Foto. KkP)

Perwakilan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja Suharjo, menerangkan bahwa perundingan di atas sudah disepakati oleh pihak Apindo bersama pihak perusahaan sektor dengan Serikat Pekerja pada perusahaan sektor yang bersangkutan.

“Hasil kesepakatan ini kita buatkan berita acara kesepakatan nanti berita acara kesepakatan kita mintakan rekomendasi pada PLT Bapak Bupati Indramayu Haji Taufik Hidayat untuk disampaikan ke Gubernur Jawa Barat untuk mendapatkan ketetapan mengenai UMSK tahun 2020, ” tegas Warjo, Jum’at (22/11/2019) pukul: 10:55:48 WIB.

Harapan kami mudah-mudahan segera dikeluarkan ketetapan dari Gubernur dan dapat dilaksanakan per 1 Januari 2020

Untuk menjaga iklim kondusif Kabupaten Indramayu juga untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis di khususnya di perusahaan sektor migas di Indramayu itu di mana ada more III, kemudian Pertamina EP juga Pertamina RU VI Balongan, barangkali itu yang bisa kami sampaikan mudah-mudahan ini bisa segera dilaksanakan dengan harapan hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok akan lebih baik pada hari ini terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya. (KkP)

Komentar

News Feed