Genjot Produksi Migas Nasional, Pertamina Hulu Energi Gandeng 24 Calon Mitra Strategis lewat Skema KSOT

  • Bagikan
Genjot Produksi Migas Nasional, Pertamina Hulu Energi Gandeng 24 Calon Mitra Strategis lewat Skema KSOT (Foto: Red)

Tangerang, tanganrakyat.id  – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi menandatangani 62 Confidentiality Agreement (CA) bersama 24 calon mitra strategis, termasuk PT Elnusa Tbk hingga perusahaan asing seperti Nations Petroleum dan Fluxus Holding S.A., pada Kamis Pon (21/5/2026). Langkah ini diambil guna mendukung keberlanjutan proses lelang reguler dan non-reguler struktur/area minyak dan gas (migas) Batch 1 Tahun 2026. Penandatanganan perjanjian kerahasiaan ini menjadi tahapan krusial agar para calon mitra dapat mengakses data teknis dan subsurface secara legal dan aman guna merumuskan proposal kerja sama yang inovatif.

​Kerja sama hulu migas ini dieksekusi melalui skema Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT) yang mengacu pada regulasi terbaru, yaitu Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas menilai bahwa langkah ini merupakan perkembangan positif dalam mengimplementasikan regulasi baru demi menggenjot produksi migas nasional. Proses lelang itu sendiri dipastikan berjalan secara fair, transparan, kompetitif, serta membuka peluang fleksibilitas komersial baik melalui koridor Cost Recovery maupun Gross Split demi memberikan kepastian investasi jangka panjang.

Baca juga:

Sumatera Gelap Gulita, Dirut PLN ‘Prank’ Warga dan Cuma Minta Maaf Tanpa Jaminan Kapan Pulih!

​Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, menegaskan bahwa penandatanganan CA ini merupakan terobosan besar pertama dari rangkaian proses tender KSOT hulu migas yang dilaksanakan PHE sepanjang tahun 2026. Data subsurface yang akurat dinilai sebagai kunci utama bagi para mitra nasional maupun internasional untuk menyusun rencana kerja yang tajam dan efisien. Dannif optimis bahwa pelelangan Batch 1 ini akan menjadi awal dari komitmen besar bersama untuk mendorong kembali volume produksi migas Indonesia ke level tertinggi.

Baca juga:

Genjot Produksi Migas, PHE Tawarkan 31 Struktur Idle Lewat Skema KSOT

​Di samping mengejar target produksi, PHE juga memastikan seluruh rangkaian proses pemilihan mitra strategis ini berjalan dengan prinsip Good Corporate Governance. Investasi pengolahan operasi hulu migas ini tetap mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Untuk menjamin transparansi dan kebersihan dari praktik kecurangan, PHE menerapkan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

 

Editor: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment