oleh

Cipto Gudang Rabat Indramayu Di Segel Diduga Menyalahi Perizinan

Tanganrakyat.id, Indramayu – Petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu melakukan penyegelan terhadap tempat glosir sembakau Cipto Gudang Rabat yang ada di dekat pasar tradisional Indramayu diduga karena menyalaihi izin usaha, Selasa (10/12/2019).

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, dampak selama beroperasinya Cipto Gudang Rabat  membuat sekitar 40%  pemilik kios harus gulung tikar alias bangkrut dari ratusan kios yang ada di Pasar Baru Indramayu.

Sat Pol PP Indramayu Segel Tokoh Cipto Gudang Rabat. (Foto. C.tisna).

“Para pedagang yang gulung tikar itu umumnya merupakan para pedagang sembakau di pasar baru Indramayu. Karena jarak Cipto Gudang Rabat yang berdekatan langsung dengan Pasar Baru hanya sekitar 300 Meter dan harga jual  Cipto Gudang Rabat yang jauh lebih murah sehingga  membuat pelanggan yang tadinya membeli di pasar tradisional pasar baru Indramayu beralih k  Toko Gudang Rabat tersebut. Dan diduga melanggar Pasal 13 ayat 1 dan 2 Perda Kabupaten Indramayu Nomor 4 Tahun 2014 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Indramayu Nomor 7 Tahun 2011, ujar Adang, Selasa (11/12/2019).

Pasal itu menjelaskan tentang perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan serta pengendalian pusat perbelanjaan dan toko modern. Ini diduga telah dilanggar oleh Gudang Rabat tentang perizinannya.

Ia berharap, setelah dilakukannya penyegelan terhadap Cipto Gudang Rabat oleh Satpol PP agar bisa ditaati pihak pengelola untuk tidak lagi melakukan transaksi jual beli.

Saya berharap tidak ada lagi izin dagang yang kecil dikeluarkan pemerintah daerah, tapi jika dijadikan gudang kembali tidak masalah, yang penting tidak ada lagi transaksi penjualan di sini, pungkasnya. (C.tisna).

Komentar

News Feed