oleh

DPC PERADI Indramayu Gelar Workshop Arbitrase

-Daerah, Hukum-356 views

Tanganrakyat.id, Indramayu-Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anggotanya, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kabupaten Indramayu menggelar acara Workshop yang digelar pada Jum’at 14/02/20 yang bertempat di Grand Trisula Hotel.

Dalam sambutannya Ketua Panitia penyelenggara kegiatan Dulkodar, SH., mengatakan bahwa workshop kali ini mengangkat thema Arbitrase, lebih lanjut advokat senior ini menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini semata-mata untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian anggota Peradi Indramayu di bidang Arbitrase, karena kita berhimpun dan berkumpul dalam organisasi advokat ini untuk saling menguntungkan demi kemajuan bersama, kami menghadirkan dua nara sumber yang kompeten di bidangnya yang pertama H. Bambang Hariyanto, SH., MH. beliau adalah Arbiter Badan Arbitrase Nasioanal Indonesia (BANI) dan Harlen Sinaga, SH., MH. Praktisi Hukum senior khusus sengketa Arbitrase, tuturnya.

Disusul Wasono, SH. dalam sambutannya selaku Ketua DPC Peradi Indramayu menjelaskan bahwa kami pengurus sengaja mengambil thema dalam Workshop kali ini dengan thema Arbitrase, sepintas thema yang kita angkat ini tidak populer di mata dunia praktisi hukum, karena hampir semua pengacara yang ada di Indramayu belum pernah beracara dengan mekanisme Arbitrase mengingat situasi dan kondisi dunia usaha dan bisnis di Kabupaten Indramayu yang tidak seperti kota-kota besar lainnya, hampir semua sengketa yang berkaitan dengan dunia bisnis kita terbiasa menggunakan jalur peradilan, sehingga ini sangat menarik mengingat dunia bisnis industri di wilayah Indramayu sudah mulai diprioritaskan dalam pembangunan, maka kami pengurus memberikan penyegaran kepada semua Anggota Peradi dan seluruh msayarakat yang tertarik dalam kegiatan ini untuk sama-sama belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan kita sebagai pengacara, pungkasnya.

Dalam orasinya Bambang Hariyanto menjelaskan bahwa penyelesaian sengketa bisnis dengan menggunakan jalur arbitrase ini diatur dalam Undang-Undang RI No. 30 tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, lebih lanjut bahwa penyelesaian dengan menggunakan model Arbitrase ini sangat efektif dan lebih simpel karena tidak mengenal upaya banding ataupun kasasi seperti penyelesaian di pengadilan sehingga sangat diminati oleh kalangan pembisnis, maka Arbitrase ini penting untuk semua advokat untuk melengkapi kemampuannya, pungkasnya.

Sementara itu Harlen Sinaga dalam orasinya lebih banyak membahas pentingnya hukum acara dalam praktek arbitrase, tidak semua persolan atau sengketa bisnis dapat diselesaikan di ranah arbitrase maka dari itu agar dapat diselesaikan melalui jalur arbitrase harus dimulai dari perjanjian kontrak atau akad dalam sebuah perjanjian bisnis yang harus mencul klausa dalam pasal khusus bahwa jika suatu saat terjadi sengketa maka dapat diselesaikan dengan jalur Arbitrase melalui Badan Arbitrase Nasioanal Indonesia, dan itu menjadi keharusan tuturnya.

Sementara ditempat terpisah Suhendar, SH., MH. selaku Sekretaris dan Saefudin, SH selaku Bendahara menegaskan bahwa peserta yang hadir mencapai kurang lebih 50 orang yang terdiri dari anggota DPC Peradi Indramayu, unsur akademisi, pengusaha dan masyarakat lain . pungkasnya. (Khotib).

Komentar

News Feed