oleh

Mukidin Tukang Ojek Alami Kelumpuhan Karena Dibegal

-Daerah, Sosial-740 views

Tanganrakyat.id, Indramayu-Adalah Mukidin (43) Warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sudah 18 tahun harus tinggal di rumah karena kekerasan yang dialami.

Ia masih inget betul waktu tahun 2002 pemuda asal desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini menjadi tukang ojek. Suatu malam ada penumpang yang meminta diantar.

“Sekalipun suasana gerimis, saya antar juga. Sebab saya butuh rejeki,” ujarnya menceritakan.

Tak disangka, penumpang itu ternyata penjahat. Begitu di jalan yang sepi punggung bagian bawah Mukidin ditembak dengan pistol. Mukidin menjerit dan jatuh ke sawah. Sementara motor dibawa kabur oleh si pembegal.
Berkali-kali ia minta tolong, tapi karena sudah larut malam dan jauh dari rumah penduduk, maka tidak ada seorang pun yang datang.
Namun tidak lama kemudian ada suara motor yang datang. Hati Mukidin merasa senang. Begitu mulai mendekat ia kenal dengan suara motor itu. Ternyata suara motor miliknya. Begal motor itu kembali lagi. “Saya langsung berpura-pura mati. Kalau saya berteriak saya takut ditembak lagi.

Paginya orang-orang berdatangan menolong Mukidin. Selama sebulan lebih ia dirawat di rumah sakit. Peluru yang bersarang di punggungnya berhasil dikeluarkan. Namun ia ia menderita kelumpuhan. Hingga sekarang.

Relawan Sosial dan Pengelola Rumah Pustaka, Saptaguna, saat mengunjungi di kediaman Mukidin sangat menaruh empati yang luar biasa.

Sapta melihat secara langsung kondisi Mukidin yang terbaring tak berdaya. Bahkan dari kunjungannya itu, terbersit dorongan untuk membantu Mukidin meringankan beban yang diderita saat ini.

“Idul Fitri kemarin saya ke rumahnya. Na’udzubillah, ia sudah 18 tahun berdiam diri tak bisa bergerak dan hanya berbaring di rumah ukuran 4 x 2,” ujar Sapta, Senin(25/5/2020).

Sejak peristiwa itu, Mukidin hanya bisa berbaring di sebuah ruangan berukuran 4 x 2 meter seperti layaknya hasil garapan program Rutilahu. Ia makan dari usaha masak sendiri seadanya, begitupun BAB disiapkan di temapt itu, sungguh tragis nasib Mukidin ini yang setiap orang tidak akan mau menerimannya, namun itulah takdir yang harus dihadapi Mukidin saat ini dia sudah 18 tahun dirumah.

Baca juga:Melawan Lupa Tragedi Kemanusiaan Percobaan Pembunuhan Direktur PKSPD

Ia meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun dermawan untuk dapat berbagi senyisihkan rezeki untk Mukidin yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Jika ingin komunikasi ini no. WA nya : 0881025668872, jika ada yang ingin membantu, ini no. Rekeningnya BRI 016501000027525,” tuturnya nyaring. (Red)

Komentar

News Feed