oleh

Bupati Indramayu Nina Agustina, Beri Penghargaan Dua Perempuan

Tanganrakyat.id, Indramayu-Dua orang perempuan asal Indramayu Endang Warsinah warga Blok Gang Walet RT/RW 002/010 Desa Pabean Udik Kecamatan /Kabupaten Indramayu dan Rasminah, warga Blok Karang Malang RT/RW 014/004, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, telah berhasil menyelamatkan masa depan kaum perempuan dalam uji materiil Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dua perempuan asal Indramayu gigih melakukan pengujian materiil UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, terkait batas usia pernikahan bagi perempuan sama dengan laki-laki, yakni 19 tahun ke Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta.

Hakim konstitusi memimpin sidang putusan perkara pengujian Undang-Undang tersebut No.1/1974 di Gedung MK Jakarta, Kamis 13 Desember 2018. MK mengabulkan sebagian gugatan uji materi UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. MK menyatakan perbedaan batas usia perkawinan laki-laki dan perempuan dalam UU tersebut menimbulkan diskriminasi. “Mengabulkan, mengadili permohonan para pemohon untuk sebagian,” demikian bunyi amar putusan pada hari Kamis, 13 Desember 2018. Amar putusan dibacakan oleh Ketua MK Anwar.

Atas perjuangan dua perempuan dalam uji materi UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan itu Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, memberikan apresiasi dan penghargaan. Penghargaan disampaikan dalam acara Talkshow Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Indramayu dalam memperingati International Womens Day bertemakan, “Peluang Perempuan Menuju Indramayu Bermartabat” di Auditorium Kampus Unwir Indramayu,Selasa,(23/3/2021).

“Semoga beliau berdua pahlawan wanita dari Indramayu selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan keturunannya diberikan masa depan yang lebih baik,” terangnya.

Baca:Bupati Indramayu Nina Agustina Apresiasi Dua Putra Terbaik Indramayu

Seperti diketahui, Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi, “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.” telah memberi dasar hukum bahwa “anak” yang berumur 16 dapat dinikahkan, dan dalam konteks ini lebih spesifik pada “anak perempuan” yang berumur 16 tahun.(Red)

Komentar

News Feed