oleh

Prawita GENPPARI, Sauna sebagai Wisata Relaksasi Terus Berkembang

Tanganrakyat.id, Purwakarta-Wisata pada dasarnya merupakan suatu aktivitas untuk mendapatkan ketenangan, kesenangan. Bentuk dan jenisnya tentu bermacam-macam, dan setiap orang tentu memiliki pilhan masing-masing sesuai dengan bidang peminatan dan kemampuannya.

Berbagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, kesehatan dan kecantikan pun saat ini sudah menjadi bagian dari industri kepariwisataan. Gym, salon, spa/sauna, pijat, lulur dan sebagainya semakin tumbuh dan berkembang karena perkembangan pasarnya yang semakin banyak. Oleh karenanya para pegiat wisata bisa ambil bagian menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari perkembangan industri kepariwisataan bidang kesehatan dan kecantikan tersebut “, ungkap Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Purwakarta, Senin (12/4).

Sebagaimana diketahui bahwa kabupaten Purwakarta memiliki tempat sauna yang dinilai refresentatif untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Hal tersebut disampaikan Dede Farhan Aulawi ketika menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh beberapa media terkait dengan aktivitas Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Prawita GENPPARI yang sedang gencar mengembangkan keterampilan SDM di bidang kesehatan, kebugaran dan kecantikan sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan varian industri kepariwisataan secara lebih luas. Di Prawita GENPPARI ada banyak subjek pelatihan seperti, Budidaya Tanaman Herbal Tradisional, Pengeobatan Berbasis Aneka Warna dan Kelopak Bunga, Pengembangan Tanaman Obat, Akar, Batang dan Daun, Standarisasi Pijat Tradisional Indonesia,
Teknik Pemijatan Pada Bayi, Teknik Pemijatan Untuk Atlit Olah Raga guna Pencegahan Cidera, Teknik Pemijatan Wajah (Totok Aura Calia), Pemijatan untuk penyembuhan penyakit, perawatan kesehatan dan kecantikan kulit, teknik dan tahapan facial, pengembangan perawatan kecantikan modern, rahasia lulur badan puteri dan permaisuri kerajaan, relaksasi dan kontemplasi untuk ketenangan jiwa,
pencegahan lenuaan dini secara tradisional, pemilihan tabir surya dan cream kecantikan, penggunaan make up untuk menjaga kesehatan kulit, aneka sayur dan buah untuk menjaga stamina dan kesehatan, cerdas mengelola fikiran dan kesehatan, metode pengobatan holistik, kecerdasan olah nafas dan kesehatan,
penataan infrastruktur kekuatan fikiran (Mind Power), komunikasi antar fikiran (Mind to Mind Communication),
model aktivasi penyembuhan dengan fikiran, membangkitkan kebahagiaan dan kecantikan dari dalam.

Kemudian terkait dengan sauna, Dede juga menjelaskan manfaat sauna sebagai salah satu cara untuk mengeluarkan keringat, karena banyak sekali aktivitas kerja terutama kantoran yang jarang mengeluarkan keringat. Keringat akan mengeluarkan racun dan lemak dari dalam tubuh. Oleh karenanya jika ingin mengeluarkan keringat tanpa banyak melakukan gerak, sauna adalah solusinya. Aktvitas ini juga kerap disebut sebagai mandi uap. Dengan sauna, suhu tubuh akan meningkat serta menyebabkan pembuluh darah melebar, sirkulasi darah mengalir lancar, dan keringat keluar lebih banyak. Ujarnya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan bahwa sauna atau kamar uap (steam room) mampu mengeliminasi toksin atau racun melalui keringat, meredakan nyeri sendi, meningkatkan sirkulasi, hingga memperkuat sistem imun tubuh. Merujuk pada beberapa jurnal ilmiah juga menyimpulkan bahwa mandi sauna secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah (sistolik dan diastolik), menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL), mengurangi stres, serta meningkatkan toleransi rasa nyeri. Termasuk juga menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan kulit dan jantung. Sauna dapat membuat pori-pori kulit terbuka sehingga racun akan keluar melalui pori-pori kulit. Semua racun, mulai dari kotoran hingga kuman dari lingkungan tempat tinggal atau make-up akan keluar bersamaan dengan keringat. Di sisi lain, terapi panas dari sauna bisa memperbaiki jaringan kulit dengan cara menstimulasi aliran darah dan melepaskan sel-sel kulit mati. Hasilnya kulit akan terasa lebih bersih, lembut, dan segar.

Manfaat lainnya adalah mampu meredam Stres. Menurut terapis asal New York, Kathryn Smerling, mandi uap bisa menjadi salah satu cara menenangkan diri. Sauna memiliki suhu ruang yang hangat dan suasana tenang, sehingga dapat membuat lebih santai dan nyaman. Kemudian jika merujuk pada jurnal Psychosomatic Medicine, mandi uap dinilai dapat meningkatkan relaksasi pada pasien dengan depresi atau stres.

Disamping itu, sauna juga diyakini dapat menurunkan Tekanan Darah dan Kolestrol. Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Occupational Medicine dan Environmental Health menyatakan seseorang yang rutin sauna selama 20 hari kadar kolesterol totalnya akan menurun. Bahkan para peneliti menyimpulkan bahwa manfaat sauna sebanding dengan melakukan latihan fisik intensitas sedang, misalnya berlari. Kemudian sauna juga dipercaya mampu menurunkan berat badan lantaran lemak yang tertimbun di tubuh bisa terbakar karena suhu udara yang panas. Setelah itu, lemak akan keluar bersamaan dengan keringat. Namun tentu perlu melakukannya secara rutin supaya hasilnya lebih maksimal.

Sauna secara umum terbagi ke dalam dua jenis, yaitu sauna konvensional dan sauna yang menggunakan inframerah. Sauna konvensional menggunakan pemanas ruangan untuk memanaskan udara. Sementara itu, sauna dengan infra merah menggunakan energi cahaya untuk memanaskan suhu tubuh tanpa meningkatkan suhu udara. Sauna dengan infra merah biasanya menghasilkan suhu yang lebih rendah dari sauna konvensional. Efek ini juga bisa diperoleh dengan pemberian kompres hangat.

Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan sauna setiap hari selama dua minggu dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah jantung pada penderita kerusakan jantung ringan yang tidak mampu memompa darah secara normal. Mereka yang rutin berelaksasi dengan sauna sebanyak dua hingga tiga kali per minggu dikatakan memiliki penurunan risiko terkena serangan jantung hingga 23 persen. Meski begitu, masih diperlukan penelitian yang lebih jauh untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Namun demikian disamping berbicara soal manfaatnya, tentu harus mempertimbangkan juga resiko yang mungkin bisa terjadi. Sauna menyebabkan kenaikan suhu kulit dan tubuh, yang mana dapat mempengaruhi respons jantung dan tekanan darah. Ketika melakukan sauna, laju detak jantung dapat melonjak hingga 30 persen, menyebabkan pembuluh darah jantung melebar, dan mengurangi tekanan darah. Itulah sebabnya sauna tidak dianjurkan pada penderita jenis penyakit jantung tertentu, sehingga disarankan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan sauna, jika memiliki kondisi medis tertentu.

Baca juga:Tim Prawita GENPPARI Nikmati Heritage Loco Tour

“ Namun demikian harus juga diingat bahwa jika melakukan sauna lebih dari 20 menit, sebaiknya memastikan kecukupan cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya 2 gelas sebelum dan sesudah sauna, untuk mencegah dehidrasi. Bila saat melakukan sauna dirasakan sakit atau kurang fit, segera akhiri sauna. Dinginkan tubuh secara bertahap usai melakukan sauna. Sebelum dan setelah sauna, jangan mengonsumsi minuman beralkohol serta obat-obatan yang dapat membuat tubuh panas, atau obat yang dapat berdampak kepada produksi keringat. Bagi yang baru pertama kali menggunakan sauna, disarankan untuk membatasi waktu penggunaan sauna hingga 15 menit. Setelah beberapa kali melakukan sauna dan tubuh sudah terbiasa dengan suhu di ruang sauna, maka sesi sauna bisa ditingkatkan menjadi 30 menit. Walau sauna memiliki manfaat untuk kesehatan jantung pada orang yang sehat, penderita penyakit jantung diharuskan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mencoba sauna “, pungkas Dede mengakhiri perbincangan. (Red)

Komentar

News Feed