Cianjur, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Warga Kampung Barilimus, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, melakukan tindakan tegas dengan membongkar delapan makam keramat palsu yang selama ini ramai diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Pembongkaran ini dilakukan pada Rabu (16/4/2025) sebagai bentuk kekecewaan warga atas praktik penyesatan yang dilakukan oleh seorang oknum warga setempat.
Delapan makam yang dibongkar tersebut sebelumnya dipercaya oleh sebagian peziarah sebagai makam petilasan atau leluhur yang memiliki nilai spiritual tinggi. Kepercayaan ini dimanfaatkan oleh seorang warga yang tidak disebutkan namanya untuk meraup keuntungan dari para peziarah yang datang.
Aksi pembongkaran ini merupakan hasil dari keresahan warga yang semakin meningkat setelah mengetahui kebohongan di balik keberadaan makam-makam tersebut. Dengan didampingi oleh pihak-pihak terkait, warga secara bersama-sama membongkar delapan makam palsu tersebut.
Kepala Desa Cikancana, Nanang, menjelaskan bahwa keputusan untuk membongkar makam-makam palsu ini diambil setelah melalui proses musyawarah yang melibatkan pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Langkah ini dianggap penting untuk melindungi masyarakat, khususnya dalam hal keyakinan dan akidah, dari informasi yang tidak benar.
“Setelah melalui proses musyawarah antara pemerintah desa dan para tokoh masyarakat, kami memutuskan untuk membongkar delapan makam tersebut agar tidak menyesatkan masyarakat, khususnya dalam hal keyakinan dan akidah,” ujar Nanang kepada wartawan pada Rabu (16/4/2025).
Lebih lanjut, Nanang mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat sembilan makam di lokasi tersebut. Namun, satu makam dibiarkan utuh karena diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam Eyang Sa Wadah, seorang tokoh leluhur atau karuhun yang dihormati.
Proses pembongkaran delapan makam palsu tersebut berjalan dengan tertib dan aman berkat pengawalan dari aparat keamanan setempat. Pemerintah desa mengapresiasi kesadaran dan tindakan warga dalam meluruskan informasi yang keliru terkait keberadaan makam-makam tersebut.
Menyikapi kejadian ini, Kepala Desa Cikancana mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah mempercayai sesuatu sebagai makam atau tempat keramat tanpa adanya informasi dan bukti yang jelas. Ia juga meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait apabila menemukan hal serupa di wilayahnya.
“Kalau memang ada makam atau tempat yang keramat, harap dilaporkan dulu ke pihak-pihak terkait, agar kebenarannya bisa dipastikan terlebih dulu dan tidak menyesatkan orang lainya, atau merusak akidah,” tegas Nanang.
Baca juga:
Fakta Mengejutkan di Cianjur: PSK Didominasi Pendatang, Apa Dampaknya?
Pemerintah Desa Cikancana berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan dan spiritual. Langkah tegas pembongkaran makam palsu ini diharapkan dapat mengembalikan keyakinan masyarakat pada kebenaran dan mencegah praktik-praktik penyesatan serupa di masa mendatang.













Comment