Bandung Darurat AIDS! Mahasiswa Bergerak Jadi Garda Terdepan Lawan HIV di Era Digital

  • Bagikan
Bandung Darurat AIDS! Mahasiswa Bergerak Jadi Garda Terdepan Lawan HIV di Era Digital (Foto: Red)

Bandung, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Angka kasus AIDS di Kota Bandung mencengangkan! Data terbaru Oktober 2023 mengungkap, ibukota Jawa Barat ini menjadi penyumbang kasus positif AIDS terbanyak di Jawa Barat dengan 190 kasus, jauh melampaui kota dan kabupaten lainnya. Fakta pahit ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, salah satunya Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Dede Farhan Aulawi.

Dalam acara Training Duta Anti HIV/AIDS Kota Bandung yang diinisiasi oleh VIVAERA Indonesia pada Sabtu (3/5) di UTC Dago Hotel, Bandung, Dede Farhan lantang menyerukan pentingnya tindakan nyata. Bertindak sebagai keynote speaker, ia menyampaikan materi bertajuk ‘Menjawab Tantangan Kesehatan di Era Disrupsi’, menekankan bahwa tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks, terutama dengan hadirnya disrupsi digital.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh VIVAERA Indonesia ini sebagai ikhtiar dalam rangka turut serta untuk menurunkan angka penderita HIV/AIDS di kota Bandung,” ujar Dede Farhan dengan nada prihatin. “Beranjak dari fakta ini, ada keterpanggilan hati dan tanggung jawab moral untuk turut serta membantu program Pemerintah dalam penanggulangan masalah HIV/ AIDS ini, khususnya di kota Bandung.”

Acara ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya, baik dari jurusan kesehatan maupun non-kesehatan. Mereka didaulat menjadi Duta Anti HIV/AIDS, sebuah langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan, terutama di kalangan generasi muda.

Dede Farhan menjelaskan bahwa para Duta HIV/AIDS ini memiliki peran krusial sebagai agen perubahan di masyarakat. Tugas mereka meliputi edukasi tentang bahaya HIV/AIDS, cara penularan dan pencegahan, serta mengkampanyekan perilaku hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkoba, terutama narkoba suntik.

Mengingat keterbatasan personel petugas kesehatan, kehadiran para duta ini menjadi angin segar dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Lebih lanjut, Dede Farhan memaparkan bagaimana teknologi di era digital dapat menjadi senjata ampuh dalam melawan penyebaran HIV/AIDS. Ia menyoroti potensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis data kesehatan dan memprediksi penyebaran penyakit, wearable devices untuk pemantauan kesehatan real-time, aplikasi mobile untuk edukasi dan intervensi kesehatan, blockchain untuk keamanan data pasien, hingga Internet of Things (IoT) untuk pengumpulan data kesehatan secara langsung.

“Jadi di era digital saat ini, teknologi memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang kesehatan masyarakat,” tegasnya.

“Penggunaan teknologi dalam kesehatan masyarakat menawarkan banyak manfaat, seperti peningkatan akses terhadap informasi, pengumpulan data yang lebih akurat, dan efisiensi dalam pelaksanaan program kesehatan. Namun, seperti halnya bidang lainnya, penerapan teknologi dalam kesehatan masyarakat juga menghadapi berbagai tantangan.”

Dengan adanya para Duta Anti HIV/AIDS yang dibekali pengetahuan dan semangat, serta pemanfaatan teknologi yang semakin canggih, diharapkan Kota Bandung dapat segera keluar dari status darurat AIDS dan menekan angka kasus secara signifikan.

Baca juga:

Baksos Peringati Paskah, PWP RU VI Salurkan Bingkisan Sembako dan Alat Tulis Untuk Anak dengan HIV AIDS

Langkah VIVAERA Indonesia ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan kesehatan di era disrupsi.

Editor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment