Poso Diguncang Gempa M 5,7: Satu Rumah Roboh, Warga Panik Berhamburan

  • Bagikan
Poso Diguncang Gempa M 5,7: Satu Rumah Roboh, Warga Panik Berhamburan (Foto: Red)

Poso, Sulawesi Tengah, tanganrakyat.id – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,7 mengguncang Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (24/7). Gempa yang semula dilaporkan berkekuatan M 6,0 ini telah diperbarui oleh BMKG menjadi M 5,7. Akibatnya, satu rumah dilaporkan roboh dan tiga lainnya mengalami rusak ringan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa laporan sementara yang diterima BNPB menunjukkan satu rumah roboh di sekitar pusat gempa. Selain itu, tiga rumah mengalami rusak ringan, masing-masing di Desa Tokilo dan Tindoli (Kecamatan Pamona Tenggara), serta Desa Pendolo (Kecamatan Pamona Selatan).

Pasien Rumah Sakit Sempat Dievakuasi
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah sekitar pusat gempa, menyebabkan kepanikan di sejumlah lokasi, termasuk RSUD Poso dan RS Sinar Kasih Tentena. “Pasien dan keluarga sempat dievakuasi keluar bangunan,” terang Abdul.

Getaran gempa terasa meluas, memengaruhi setidaknya lima kecamatan: Pamona Tenggara, Pamona Selatan, Pamona Barat, Pamona Puselemba, dan Pamona Timur. Banyak warga memilih untuk tetap bertahan di luar rumah guna menghindari risiko gempa susulan.

Respons Cepat dan Imbauan Waspada
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak, terutama di sekitar Danau Poso yang dekat dengan episentrum gempa. Mereka melakukan asesmen awal, verifikasi dampak kerusakan, dan pengumpulan data di lapangan.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta untuk tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya yang beredar di media sosial.

Abdul Muhari juga mengingatkan warga untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural akibat gempa, hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang. Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diimbau segera menjauh dari struktur tinggi seperti tembok, tiang, dan bangunan tua yang rawan runtuh.
Belasan Gempa Susulan Terjadi
Hingga pukul 20.40 WIB, BMKG mencatat adanya 11 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar Magnitudo 5,5 dan terkecil Magnitudo 2,4.
Episenter gempa berada di darat, pada koordinat 2,01 derajat LS dan 120,78 derajat BT, dengan kedalaman 10 km. Gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso, dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Baca juga:

BNPB Susun Rencana Kontingensi Bencana Tsunami Bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

BNPB mencatat hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, namun proses pendataan masih berlangsung.

“Pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi di beberapa wilayah menyulitkan pelaporan cepat,” kata Abdul. Hasil analisis BMKG menegaskan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Editor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment