Darurat Pangan di Kaki Perbukitan Moyeng: Monyet Ekor Panjang Rebut Hasil Panen, Petani Terancam Gulung Tikar!

  • Bagikan
Darurat Pangan di Kaki Perbukitan Moyeng: Monyet Ekor Panjang Rebut Hasil Panen, Petani Terancam Gulung Tikar! (Foto: Red)

Yogyakarta, tanganrakyat.id – Jerit hati petani Dusun Tileng, Pendoworejo, Kulon Progo, Yogyakarta, kian pilu. Selama lima tahun terakhir, mereka harus berjuang melawan invasi monyet ekor panjang yang tak henti merusak dan melahap habis hasil panen. Di tengah musim kemarau ini, kondisi semakin parah, dan ancaman gulung tikar membayangi kehidupan para petani.

Nur, salah seorang warga setempat, menceritakan bagaimana kawanan monyet berdatangan dari Perbukitan Moyeng sejak pukul 9 pagi, berjumlah puluhan ekor, baik besar maupun kecil. “Paling cepat makan singkong, paling lahap. Kemudian, tanaman seperti kolonjono (pakan ternak) batang yang masih muda, paling bawah. Jadi mati. Petani yang punya hewan ternak juga susah,” keluhnya.Kamis (31/7).

Kawanan monyet ini, menurut Nur, dulunya berdiam di daerah Kayangan yang lebih jauh. Namun, karena diduga ketersediaan makanan di habitat asli mereka menipis, kini mereka beralih menyerang perkebunan warga. Ini menjadi cerminan nyata dari dampak perubahan lingkungan terhadap keseimbangan alam dan kehidupan manusia.

Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk menghalau, namun jumlah monyet yang terlalu banyak membuat mereka kewalahan. “Mungkin, kita memasang jaring di lahan pertanian. Daripada nggak dikasih apa-apa, mungkin bisa jaring itu efektif daripada bau-bauan atau apa itu. Tapi lebih efektif jaring, meskipun nggak tinggi, 1 meter atau berapa itu bisa menghalau monyet,” ujar Nur, menggambarkan perjuangan mereka yang tak kenal lelah.

Ironisnya, keputusasaan mulai melingkupi para petani. Sebagian memilih banting setir menjadi pekerja proyek demi menyambung hidup, meninggalkan lahan pertanian yang tak lagi menjanjikan. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi swasembada pangan lokal.

Baca juga:

BNPB Susun Rencana Kontingensi Bencana Tsunami Bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

Meskipun belum ada laporan serangan langsung terhadap warga, keberadaan monyet-monyet ini tetap menjadi momok yang menghantui. Para petani kini hanya bisa berharap. “Kami sangat berharap agar pemerintah daerah bisa mencarikan solusi agar monyet-monyet tersebut bisa ditanggulangi dan para petani bisa bercocok tanam kembali,” pungkas Nur, menyuarakan permohonan agar kehidupan mereka dapat kembali normal.

Penulis: Yul
  • Bagikan

Comment