Indramayu, tanganrakyat.id – Keluarga besar Putri Apriyani menggelar doa bersama di tempat kos Blok Ceblok, Desa Singajaya, Indramayu, Jumat (22/8/2025).
Acara ini diadakan di lokasi yang menjadi saksi bisu tewasnya Putri, warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, yang ditemukan tak bernyawa dengan wajah menghitam pada Sabtu (9/8/2025) lalu.
Terlihat keluarga besar duduk melingkar di depan kamar kos nomor 9, tempat Putri Apriyani dulu tinggal. Ibu dan ayah Putri, paman, dan kuasa hukum keluarga, Toni RM, turut hadir bersama anggota keluarga lainnya.
Toni RM menjelaskan bahwa doa bersama ini digelar atas dua alasan yang cukup menyentuh. “Awalnya dapat kabar dari Pak Tamsil (paman Putri) yang menantunya di Jepang bermimpi bertemu almarhumah.
Dalam mimpinya, Putri berpesan agar dibawa bunga melati dan mawar ke kosannya,” ungkap Toni, RM
Alasan kedua, kata Toni, RM, adalah informasi dari warga setempat yang kerap mendengar suara tangisan misterius di tempat kos tersebut pada malam hari.
“Sehingga atas dasar itu kami sebagai orang muslim merasa memang harus didoakan supaya almarhumah tenang,” tambahnya.
Di tengah kesedihan, paman Putri, Tamsil, berharap pelaku pembunuhan keponakannya bisa segera ditangkap.
“Kalau dari saya pribadi, sih, semoga pelaku cepat ketangkap. Warga juga pada heran, kalau kasus lain cepat ketangkap, tapi sekarang kenapa lama,” ujar Tamsil.
Baca juga:
Tragis, Karyawati Apotek di Indramayu Tewas dengan Tubuh Gosong, Diduga Korban Pembunuhan
Seperti diketahui, Alvian Maulana Sinaga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Putri Apriyani.













Comment