Basuki, Kakek 65 Tahun di Indramayu, Tinggal di Gubuk Tak Layak: Menanti Sentuhan Pemerintah

  • Bagikan
Basuki, Kakek 65 Tahun di Indramayu, Tinggal di Gubuk Tak Layak: Menanti Sentuhan Pemerintah (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, potret pilu Basuki bin Nursalam (65) menjadi pengingat nyata masih adanya warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Warga Desa Arahan Lor, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu ini harus menghabiskan masa tuanya di sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak.

​Gubuk sederhana yang ia tinggali berdiri di atas tanah miliknya sendiri, namun kondisinya sangat memprihatinkan.

Dengan dinding seadanya dan atap yang tak sepenuhnya melindungi, gubuk itu hanya berfungsi sebagai tempat berteduh dari terik matahari dan guyuran hujan.

Kondisi ini menjadi cerminan nyata dari perjuangan Basuki untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan.

​Kisah Basuki bukanlah satu-satunya. Ia adalah representasi dari banyak individu yang masih terperosok dalam jurang kemiskinan dan membutuhkan uluran tangan.

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius, terutama bagi pemerintah dan masyarakat luas. Bantuan sosial, renovasi rumah, atau program perumahan layak huni sangat dibutuhkan untuk meringankan beban hidupnya.

​Menanggapi hal ini, Kang Supardi, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk menyejahterakan rakyatnya.

“Ini tugas pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya, jangan ada rakyat yang hidupnya terlantar,” tegasnya.

Baca juga:

Warga Indramayu Protes Keras: Air PDAM Keruh, Janji Manis Tinggal Janji

​Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap warga negara dapat menikmati hidup yang layak, terutama di masa tua. Sudah saatnya perhatian dan tindakan nyata diberikan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi Basuki-Basuki lain yang harus berjuang sendirian dalam keterbatasan.

Penulis: Yul
  • Bagikan

Comment