Yogyakarta, tanganrakyat.id – Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Bayu Kusuma Dewanto, menegaskan bahwa sektor minyak dan gas bumi (migas) tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di tengah transisi energi rendah karbon.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pembekalan Wisudawan Pascasarjana UGM di Grha Sabha Pramana, Selasa (20/1/2026). Bayu menekankan bahwa arus kas dari sektor migas menjadi modal krusial bagi Pertamina untuk mendanai investasi berkelanjutan, mulai dari eksplorasi hingga pengembangan bisnis hijau yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline), PHE aktif menjalankan program strategis seperti pengeboran masif, well intervention, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Selain menjaga produksi eksisting, PHE terus berburu cadangan baru di berbagai cekungan migas Indonesia yang belum tereksplorasi. Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sejalan dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), PHE juga mulai mengimplementasikan teknologi Carbon Capture, Storage, and Utilization (CCS/CCUS) di 11 lokasi prioritas dengan potensi kapasitas simpan mencapai 7,3 Giga Ton.
Baca juga:
Penguji Tak Kompeten, Coreng nama Universitas Muhammadiyah Jakarta
Transformasi ini dilakukan untuk menekan emisi karbon sekaligus memperpanjang usia lapangan migas. Di sisi tata kelola, PHE memperkuat integritas bisnis melalui sertifikasi ISO 37001:2016 guna memastikan operasional perusahaan berjalan bersih dari praktik penyuapan dan korupsi.













Comment