Duri, tanganrakyat.id – Bertepatan dengan Hari Kehidupan Liar Sedunia pada Selasa Wage (3/3), para ibu yang tergabung dalam Kelompok PKK dan Program Puteri Proklim Melayu Lestari di RW 29 Bumi Hijau, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, membuktikan kemandirian pangan dan kesehatan melalui konservasi tanaman obat.
Dibawah kepemimpinan Murni (37), lahan fasilitas umum yang dulunya merupakan semak belukar tak terurus kini bertransformasi menjadi kebun produktif yang dipenuhi tanaman rimpang seperti jahe merah, jahe putih, dan kunyit.
Aksi lingkungan ini dipicu oleh keresahan warga terhadap memudarnya pengetahuan tradisional dan tingginya ketergantungan pada produk instan. Melalui pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), warga beralih dari keraguan menjadi aksi nyata dengan belajar teknik penyemaian hingga penggunaan pupuk organik.
Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi pengobatan Melayu sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga rempah di pasar.
Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengapresiasi ketangguhan kelompok ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan pola pikir dan pelestarian warisan budaya. Keberhasilan ini tidak hanya memberikan akses cepat bagi warga terhadap tanaman herbal berkualitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda di Duri agar mengenal kembali kekayaan flora lokal.
Baca juga:
Jaga Silaturahmi, Pekerja RCC Kilang Balongan Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bagi Murni dan kawan-kawan, setiap tunas yang tumbuh adalah simbol harga diri dan komitmen dalam menjaga napas kehidupan dari pekarangan rumah sendiri.













Comment