Skandal “Miras Hilang” di Indramayu: Ribuan Botol Sitaan Razia Ramadan Diduga “Ditelan” Oknum Satpol PP

  • Bagikan
Skandal “Miras Hilang” di Indramayu: Ribuan Botol Sitaan Razia Ramadan Diduga “Ditelan” Oknum Satpol PP (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id – Kemarahan publik meledak di Indramayu setelah ribuan botol minuman keras (miras) hasil sitaan operasi Satpol PP di wilayah Kedokan Bunder pada Senin Kliwon malam (9/3/2026) mendadak raib dari kantor Satpol PP.

Meski sempat diamankan dalam mobil box di halaman kantor, barang bukti yang seharusnya menjadi bukti pelanggaran Perda Nomor 15 Tahun 2006 tersebut justru “menguap” tanpa jejak keesokan harinya.

Aksi pelepasan barang bukti secara sepihak ini memicu dugaan kuat adanya “permainan” kotor yang melibatkan oknum pejabat di dalam institusi penegak aturan itu sendiri.

​Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu pun murka. Sekretaris MUI, Adzlan Dai, menegaskan bahwa tindakan gegabah oknum tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan pengkhianatan terhadap moralitas masyarakat di bulan suci Ramadan.

Menurut MUI, pembiaran peredaran miras secara ilegal akan menghancurkan wibawa pemerintah daerah dan merusak masa depan generasi bangsa. Mereka mendesak agar kasus ini tidak diselesaikan secara kekeluargaan, melainkan melalui tindakan hukum yang tegas demi mengembalikan kepercayaan publik.

​Tak hanya MUI, kecaman keras juga datang dari Gerakan Rakyat Indramayu dan anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Haji Dalam.

Mereka sepakat bahwa oknum yang terlibat harus segera diusut secara pidana, bukan sekadar sanksi disiplin ASN. Fakta bahwa mobil box berpelat nomor D yang menjadi barang bukti utama bisa keluar dari lingkungan kantor Satpol PP tanpa alasan yang jelas, dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap penegakan hukum di Indramayu yang seharusnya konsisten memberantas penyakit masyarakat.

​Menanggapi skandal yang mencoreng institusinya ini, Plt Kasat Pol PP Indramayu, Asep Afandi, justru memberikan respons yang sangat janggal dan tidak profesional saat dikonfirmasi oleh awak media. Alih-alih memberikan klarifikasi transparan, ia justru membalas pesan singkat dengan kalimat “Siap komandan Aconk tersayang.”

Baca juga:

Viral Aksi Anggota DPRD Gorontalo Mengaku Hendak Rampok Uang Negara, BK: “Yang Bersangkutan dalam Keadaan Mabuk”

Jawaban santai yang jauh dari kesan serius ini kian menambah tanda tanya besar: siapa sebenarnya yang bermain di balik dilepasnya ribuan liter miras tersebut, dan siapa pula “komandan” yang dimaksud?

Penulis: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment