Tangisan Nadia dari Anhui: Berharap Angkat Derajat Keluarga, PMI Asal Indramayu Malah Disekap di Cina Minta Bantuan Gubernur Jawa Barat  dan Anggota DPRD Mas Hilal Himawan

  • Bagikan
Nadia Permatasari, Pekerja Migran Indonesia yang mengalami Penyiksaan dan Kekerasan Sexsual di Negara Cina (Foto: Istimewa)

Indramayu, tanganrakyat.id  – ​Niat mulia Nadia Permatasari (23) untuk melunasi utang orang tuanya justru berujung pada penderitaan yang memilukan. Alih-alih mendapatkan kehidupan yang layak, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Gablok, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu ini diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pernikahan pesanan.

Sejak April 2026, Nadia hidup dalam ketakutan yang mendalam setelah dikurung di sebuah area ladang di Distrik Yingdong, Kota Fuyang, Provinsi Anhui, Cina, tanpa memegang dokumen pribadi seperti paspor atau uang sepeser pun.

​Tragedi ini bermula pada Maret 2025 ketika Nadia ditawari bekerja di luar negeri oleh seorang perekrut bernama Ibu Uti. Karena usianya yang saat itu belum memenuhi syarat legal, ia kemudian dibujuk untuk menikah siri dengan seorang pria Cina bernama Xukai demi mendapatkan mahar Rp100 juta dan uang bulanan untuk orang tuanya.

Baca juga:

Jerit Hati Warga Indramayu: Nadia Diduga Disekap di China, Keluarga Memohon Bantuan Presiden Prabowo

Melalui proses kilat yang diurus oleh agen bernama Ibu Gendis, Nadia akhirnya diberangkatkan seorang diri dari Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Februari 2026 tanpa pendampingan sama sekali.

​Namun, janji manis itu seketika berubah menjadi mimpi buruk yang menyiksa begitu Nadia menginjakkan kaki di negeri tirai bambu. Ponselnya disita, ia diisolasi dari dunia luar, serta dipaksa bekerja berat sembari menerima kekerasan psikis dan seksual dari sang suami.

Melalui pesan elektronik yang berhasil dikirimkannya secara sembunyi-sembunyi kepada wartawan media www.tanganrakyat.id di Indramayu  pada Kamis Wage  (11/6/2026), Nadia menangis meminta pertolongan agar bisa segera dibebaskan dari cengkeraman keluarga tersebut.

​Kini, harapan Nadia dan ayahnya, Kasmudi, bertumpu pada kebaikan hati Penjabat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Anggota DPRD Jawa Barat Hilal Himawan agar bisa mengupayakan kepulangannya ke tanah air.

Keluarga di Indramayu hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban serta uluran tangan dari pemerintah maupun otoritas terkait untuk menyelamatkan nyawa putri mereka yang sedang tersiksa di negeri orang.

 

Penulis: Kang Supardi
  • Bagikan

Comment