​Warga Desa Tinumpuk Klarifikasi Isu Pungli Bantuan Beras

Indramayutanganrakyat.id – Tiga warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, secara tegas membantah adanya praktik pungutan liar dalam penyaluran bantuan pangan beras di wilayah mereka. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taryudi Fadly (53), Kusniyah (59), dan Sayem (61) setelah video dugaan pungli sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

​Pemberian Sukarela Sebagai Bentuk Ucapan Terima Kasih

Ketiga warga tersebut mengakui memang menyerahkan uang berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000 kepada Ketua RT masing-masing usai menerima bantuan. Namun, mereka menegaskan bahwa pemberian tersebut murni didasari keikhlasan tanpa ada paksaan maupun ancaman, melainkan sebagai bentuk apresiasi atas bantuan transportasi pengangkutan beras dari Kantor Kecamatan Juntinyuat.

​Polisi dan Kecamatan Turun Tangan Selidiki Kebenaran

Menanggapi video yang beredar, tim dari Unit Tipikor Polres Indramayu bersama Camat Juntinyuat Ali Alamudin dan Kuwu Tinumpuk Duriyan langsung mendatangi Kantor Desa Tinumpuk pada Senin Pahing, 7 September 2026. Aparat penegak hukum dan pihak kecamatan melakukan konfirmasi langsung guna menggali informasi akurat terkait mekanisme penyaluran serta memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi.

​Penggunaan Dana untuk Operasional Transportasi dan Lingkungan

Ketua RT 001/RW 004, Nurjaya, menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mematok tarif atau memaksa warga untuk membayar. Uang sukarela yang diberikan warga justru dimanfaatkan kembali untuk menutupi biaya operasional transportasi rombongan serta sebagian disisihkan untuk mendukung program penerangan jalan lingkungan di tingkat RT.

​Pemerintah Desa Tegaskan Larangan Keras Pungutan Liar

Kuwu Tinumpuk, Duriyan, memastikan bahwa pihak desa tidak pernah mengeluarkan instruksi atau izin bagi perangkat RT dan RW untuk melakukan pungutan dalam bentuk apa pun. Ia selalu menekankan agar seluruh aparatur di bawahnya fokus mengawal dan mendampingi warga penerima bantuan agar hak-hak mereka tersalurkan secara aman dan sesuai aturan yang berlaku.

​Harapan Warga Agar Kesalahpahaman Segera Reda

Baca juga:

Presiden Serahkan Bansos untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Melalui klarifikasi terbuka ini, para warga yang bersangkutan berharap masyarakat luas tidak lagi termakan informasi keliru yang bersumber dari media sosial. Mereka ingin meluruskan bahwa proses pembagian bantuan pangan di Desa Tinumpuk berjalan lancar, transparan, dan dilandasi semangat gotong royong antarwarga.

 

Komentar