Indramayu, tanganrakyat.id – Perjalanan menempuh ilmu lintas benua sering kali dimulai dari ketekunan di bangku pesantren. Kisah membanggakan ini datang dari Khoerotun Ni’mah, seorang siswi lulusan MA Unggulan Bina Insan Mulia Cirebon asal Indramayu, yang kini tengah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Qurowiyyin, Maroko.
Selama mengenyam pendidikan di pesantren, Ni’mah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghoib yang menjadi fondasi kuat dalam perjalanan akademiknya.
Menjelang akhir kelas 12, ia mengambil langkah besar dengan mendaftarkan diri pada seleksi beasiswa perguruan tinggi Timur Tengah. Tanpa diduga, ia berhasil lulus di dua universitas bergengsi sekaligus, yakni Universitas Al-Azhar di Mesir dan Universitas Al-Qurowiyyin di Maroko. Setelah melalui pertimbangan matang, Ni’mah akhirnya menjatuhkan pilihannya untuk melanjutkan studi di Maroko melalui jalur beasiswa penuh.
Keberhasilan gemilang ini tidak lepas dari peran penting para pembimbing di pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, K.H. Imam Jazuli, Lc., M.A., bersama Umi Nyai Hj. Malika Lulu, S.Psi., serta dewan asatidz, senantiasa memberikan bimbingan dan doa restu. Dukungan penuh dari para ulama tersebut menjadi energi utama yang mengantarkan Ni’mah hingga berhasil menembus gerbang pendidikan tinggi internasional di Maroko.

Saat ini, Ni’mah telah menginjak semester kelima di Universitas Al-Qurowiyyin. Di tengah kesibukannya menimba ilmu agama dan peradaban Islam, ia juga aktif memperkenalkan kekayaan budaya tanah air kepada dunia internasional. Melalui berbagai ajang kebudayaan di luar negeri, ia dengan bangga menampilkan kesenian Nusantara, mulai dari tarian tradisional hingga pementasan pencak silat kreasi.
Kebanggaan mendalam dirasakan oleh sang ayah, Mohamad Kholid, M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Kepala MTsN 2 Indramayu. Sebagai orang tua, ia melihat putri pertamanya tersebut tumbuh menjadi sosok perempuan muda yang tangguh, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan global yang dinamis.
”Semoga menjadi pribadi yang mandiri, berpikiran luas, serta memiliki peluang karier global yang lebih baik,” ungkap Mohamad Kholid saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor MTsN 2 Indramayu, Kamis Kliwon, 10 September 2026 siang.
Ia menambahkan bahwa terbiasa hidup mandiri di negeri orang melatih putrinya untuk mengurus segala kebutuhan sehari-hari dan menyelesaikan masalah secara bijak tanpa ketergantungan pada orang tua.
Baca juga:
Fadhilah Aisyah Fitri Menempuh Pendidikan di Luar Negeri “Meraih Sukses Tanpa Batas”
Melalui pengalaman studi di luar negeri ini, keluarga berharap Ni’mah tidak hanya menyerap ilmu pengetahuan berkualitas tinggi, tetapi juga memperluas jaringan pertemanan internasional. Kemampuan berinteraksi lintas budaya, menghargai perbedaan, serta memiliki sudut pandang yang terbuka diyakini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan karier globalnya di kancah internasional.













Komentar