Indramayu, tanganrakyat.id – Kabupaten Indramayu dihebohkan oleh langkah kontroversial Pemkab Indramayu setelah Staf Khusus Bupati, Salman Al-Farizi, secara mengejutkan memimpin rombongan pejabat teras menghadiri Rapat Kerja Pertanahan dan Perizinan Migas disalahsatu Hotel di Bali, 27-29 September 2026.
Penugasan yang tertuang dalam surat berstempel barcode merah ini menuai kecaman keras lantaran dinilai salah kaprah, melampaui kapasitas jabatan, serta mencederai semangat efisiensi anggaran di tengah motto daerah “Beberes Dermayu”.
Ketua LSM KPK Nusantara Kabupaten Indramayu, Agus Suherman, melontarkan kritik pedas atas kepergian rombongan yang turut melibatkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Asep Abdul Mukti serta Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Sugeng Heryanto tersebut. Ia mempertanyakan korelasi tugas Stafsus dalam memimpin urusan strategis migas dan ketahanan pangan, sekaligus mendesak kejelasan anggaran di balik perjalanan dinas mewah ke Pulau Dewata yang dikomandoi oleh staf non-struktural ini.

Lebih parah lagi, hingga Rabu pagi (30/9/2026), baik Salman Al-Farizi maupun Sugeng Heryanto kompak bungkam dan memilih buang badan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp meskipun nomor mereka terpantau aktif. Sikap tertutup para pejabat ini semakin memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan indikasi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Pemkab Indramayu.
Menilai tata kelola pemerintahan sudah tidak waras dan justru mengancam laju pembangunan daerah, Agus Seha bersama elemen masyarakat mengancam akan segera turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.
Baca juga:
Publik kini mendesak Bupati Lucky Hakim untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan bertanggung jawab atas blunder birokrasi yang mencoreng nama baik Kabupaten Indramayu ini.













Komentar