Atasi Kekeringan Panjang, MTsN 2 Indramayu Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama untuk Memohon Hujan

Indramayu, tanganrakyat.id – Dampak kekeringan panjang yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengetuk kepedulian keluarga besar MTsN 2 Indramayu. Sebagai wujud ikhtiar spiritual di tengah krisis air bersih dan lahan pertanian yang mengering, sebanyak 570 warga madrasah menggelar ibadah Salat Istisqa untuk memohon diturunkannya hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.

​Pelaksanaan ibadah sunah muakadah ini berlangsung penuh khidmat pada Jumat Pon, (23/10/2026) pagi. Bertempat di lapangan belakang kompleks madrasah yang berlokasi di Jalan KHR. Yusuf No. 1, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, seluruh jajaran guru, staf, serta siswa berkumpul untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan (istigfar).

​Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti area pelaksanaan salat. Ratusan siswa bersama jajaran pendidik tampak menundukkan kepala, memanjatkan harapan agar Allah SWT segera melimpahkan karunia-Nya berupa hujan yang bermanfaat, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari warga madrasah, tetapi juga bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar.

​Kepala MTsN 2 Indramayu, Muhammad Kholid, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya aksi spiritual ini. Ia menyampaikan bahwa air hujan sangat dinantikan, terutama oleh para orang tua siswa dan masyarakat sekitar yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Menurutnya, krisis air saat ini telah berdampak langsung pada produktivitas lahan bercocok tanam.

Atasi Krisis Air dan Tanamkan Karakter, Kepala MTsN 2 Indramayu, Muhammad Kholid, S.Pd.I., M.Pd.I., Bersama 570 Warga MTsN 2 Indramayu Gelar Salat Istisqa (Foto: Kang Supardi)

​Ibadah ini dirancang tidak sekadar sebagai rutinitas keagamaan biasa, melainkan dipadukan langsung dengan proses pembelajaran karakter di lapangan. Muhammad Kholid mengimbau para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keseriusan dan keikhlasan sebagai bentuk latihan kepemimpinan serta tanggung jawab moral di masa depan.

​Dalam arahannya di hadapan para siswa, Kepala Madrasah menekankan bahwa generasi muda hari ini adalah calon pemegang estafet kepemimpinan di masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun ke depan, tanggung jawab menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial akan sepenuhnya berada di pundak para siswa.

​Sementara itu, rangkaian Salat Istisqa dipimpin oleh Guru Fikih MTsN 2 Indramayu, H. Ali Suwarno, M.Si., yang bertindak sebagai imam. Sedangkan khotbah disampaikan oleh Ustadz Khoerudin, S.Pd.I. Seluruh prosesi ibadah berjalan tertib, ditutup dengan pemanjatan doa bersama yang dipenuhi kepasrahan diri memohon perlindungan dari dampak buruk kemarau panjang.

​Dalam penyampaian khotbahnya, Ustadz Khoerudin menekankan pentingnya kerendahan hati dan kesadaran manusia akan keterbatasannya di hadapan Sang Pencipta. Ia mengingatkan bahwa kemarau dan ujian alam merupakan momen yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak istigfar, memperbaiki diri, serta memohon pertolongan Tuhan dengan hati yang bersih.

Ikhtiar Spiritual dan Edukasi Lingkungan: MTsN 2 Indramayu Gelar Salat Memohon Hujan di Tengah Kemarau (Foto: Kang Supardi)

​Selain sebagai sarana memohon hujan, kegiatan spiritual ini difungsikan oleh pihak madrasah sebagai wadah edukasi ekologis. Warga sekolah tidak hanya diajak memperbanyak ikhtiar batin, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, termasuk membiasakan diri bersikap bijak dan hemat dalam memanfaatkan sumber daya air yang ada.

​Melalui penyelenggaraan Salat Istisqa bersama ini, keluarga besar MTsN 2 Indramayu berharap doa tulus yang dipanjatkan dapat diijabah oleh Allah SWT. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai religiusitas, mempererat kebersamaan warga madrasah, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam demi masa depan.

 

Komentar