Ribuan Mahasiswa dan Rakyat Sipil Kepung Bundaran HI Saat Sumpah Pemuda, Tuntut Penghentian Program Pemborosan APBN

​Jakarta, tanganrakyat.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu Pahing, (28/10), kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dipadati oleh ribuan massa aksi dari gabungan mahasiswa lintas kampus serta elemen masyarakat sipil. Aksi demonstrasi besar-besaran yang dimotori oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) ini melibatkan aliansi BEM UI, BEM IPB, UNJ, hingga sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO).

Massa berkumpul sembari membentangkan spanduk kritik dan mengacungkan salam tiga jari sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

​Aksi massa yang berlangsung riuh dan dinamis dari pagi hingga sore hari ini dipicu oleh kemarahan publik atas melonjaknya harga bahan-bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM). Di tengah kondisi ekonomi yang kian menekan, massa menilai pemerintah justru melakukan pemborosan anggaran negara melalui sejumlah program nasional yang dianggap kurang tepat sasaran, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Selain permasalahan ekonomi, gelombang protes ini juga disulut oleh meningkatnya indikasi kembalinya praktik militerisme ke dalam ranah sipil yang dinilai mencederai prinsip-prinsip demokrasi.

​Dalam orasinya di tengah jalanan ibu kota, para demonstran melayangkan serangkaian tuntutan tegas yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat.

Mereka mendesak penghentian segera program-program pemborosan APBN serta penghentian keterlibatan militer dalam urusan sipil. Massa menuntut pemerintah untuk berhenti mengabaikan penderitaan masyarakat, mengakui kekeliruan dalam pengambilan kebijakan, serta memprioritaskan penanganan langsung terhadap akar masalah ekonomi yang dialami masyarakat luas saat ini.

Baca juga:

Makanan Bergizi Malah Bikin Malapetaka: 74 Siswa SMKN 1 Anjatan Keracunan Menu MBG!

​Aksi damai namun memanas ini ditutup dengan peringatan keras dari para koordinator lapangan bahwa perlawanan pemuda tidak akan berhenti di Bundaran HI. Mereka menegaskan bahwa jika jeritan rakyat dan aspirasi mahasiswa terus diabaikan tanpa adanya langkah konkret dari pemerintah, aliansi massa sipil siap menyoroti dan menggalang gelombang protes yang jauh lebih besar di berbagai daerah guna memastikan keadilan ekonomi dan demokrasi tetap ditegakkan di Indonesia.

Komentar

News Feed