Indramayu, tanganrakyat.id – Isu nepotisme dan transaksional mendadak mengguncang lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menyusul mutasi dan rotasi 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lucky Hakim pada Jumat Kliwon (30/10/2026) Sore.
Gelombang protes publik bermunculan setelah daftar nama pejabat yang dilantik ternyata sama persis dengan bocoran rahasia yang sudah beredar luas di tengah masyarakat jauh sebelum pelantikan digelar di Ruang Ki Tinggil Sekretariat Daerah.
Kebocoran data rahasia birokrasi ini sontak memicu kecurigaan publik bahwa gerbong mutasi tersebut sarat akan praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) serta “titipan” pihak tertentu. Terlebih lagi, penunjukan enam camat baru di berbagai wilayah Indramayu menghadirkan polemik tersendiri yang dinilai tidak masuk akal dan mencoreng profesionalisme tata kelola pemerintahan daerah.
Sorotan paling tajam dan menggelitik diarahkan pada pelantikan Hj. Warcitem, S.Tr.Keb., M.M., yang berlatar belakang profesi sebagai seorang Bidan, namun secara mengejutkan justru disumpah dan diresmikan untuk menduduki jabatan strategis sebagai Camat Widasari. Fenomena janggal ini memantik gelombang tanda tanya besar di kalangan warga terkait standar kompetensi penempatan jabatan publik di Indramayu.
Selain Warcitem, lima nama pejabat lain yang turut dikukuhkan sebagai camat meliputi Sidik Tri Hartono, AP., M.Si., (Camat Gabuswetan), Iing Kuswara, S.STP., M.Si., (Camat Kroya), Sukanto, S.Pd., M.M., (Camat Anjatan), Nanang Fauzi Ridho, SP., M.AP., (Camat Gantar), serta Omat, ST., MT., (Camat Karangampel). Seluruh nama ini sebelumnya telah mejeng rapi dalam daftar bocoran liar yang beredar di kalangan internal Setda Indramayu.
Menanggapi badai kritik pedas tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin, akhirnya angkat bicara untuk meredam kegaduhan publik. Saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu Legi, (31/10/2026), Zaenal dengan tegas membanting setir tudingan miring tersebut dan menepis keras adanya praktik titipan maupun transaksional.
Zaenal berdalih bahwa prosesi pelantikan para pejabat tersebut bukanlah keputusan instan, melainkan hasil dari usulan matang yang lahir dari masing-masing dinas dan bidang terkait. Seluruh kandidat, klaimnya, telah melalui serangkaian tahapan seleksi ketat serta uji talenta di BKPSDM sebelum akhirnya disodorkan kepada bupati untuk ditetapkan secara sah.
Lebih lanjut, ia juga menilai kesamaan antara nama yang beredar di publik dengan daftar pejabat yang akhirnya dilantik bukanlah sebuah kejanggalan yang patut dicurigai. Menurutnya, hal tersebut wajar terjadi karena proses penjaringan usulan talenta di tubuh birokrasi berjalan secara terbuka dan transparan sejak awal.
Baca juga:
Bupati Indramayu Lantik 37 ASN dan Enam Camat Baru Demi Perkuat Pelayanan Publik
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral di hadapan publik yang telanjur geram, Zaenal bahkan melontarkan sumpah atas nama Tuhan untuk membersihkan namanya dari segala spekulasi kotor. “Saya berani sumpah, Demi Allah, saya tidak menerima seperakpun dari pejabat atau camat yang dilantik, tidak ada itu titipan, apalagi KKN,” pungkasnya dengan nada geram.













Komentar