Dengan kondisi tersebut masyarakat setempat merasa geram dan protes dengan kondisi jalan tersebut, dan masyarakat merubah jalan Tinumpuk Segeran menjadi perkebunan, yaitu jalan tersebut di tanami berbagai jenis pohon, seperti pohon pisang dan juga pohon pepaya, hal ini sebagai bentuk protes masyarakat setempat kepada dinas terkait dalam hal ini dinas PUPR yang tidak pernah merespon aspirasi warga desa tinumpuk dan sekitarnya.
Hal tersebut dibenarkan salah satu pengguna jalan yang berinisial AM, ” Ia mas bener, hampir setiap hari saya melintas dijalan tersebut, masyaallah jalannya bener – benar rusak parah dan sulit untuk dilaluinya, hampir setiap hari memakan korban, dengan korbannya pengguna jalan itu, padahal jalan tersebut akses penting perekonomian bagi warga desa Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat dan sekitarnya, jadi kami mengharapkan kepada dinas terkait pemerintah pusat maupun pemerintah daerah secepatnya memperhatikan dan segera membangun jalan tersebut, agar jalan itu tidak lagi memakan korban.
Senada diucapkan oleh warga setempat A.Jarot, “warga sengaja menanami pepohonan di tengah-tengah sepanjang jalan Poros Tinumpuk” agar pihak dinas terkait terketuk hatinya dan serius menangani permasalahan jalan poros Tinumpuk Segeran Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu yang bertahun-tahun rusak tampa ada perhatian sama sekali oleh Pemda.
Kami berharap ke Bapak Drs H.Supendi Bupati Indramayu kiranya untuk cepat tanggap dengan permasalahan ini, agar apa yang sekarang di harapkan warga tentang perbaikan jalan bisa segera di realisasi, pungkasnya. (C.tisna).













Comment