Banjarnegara, tanganrakyat.id – Tradisi kurban di Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara kembali mencuri perhatian. Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, dusun ini kembali ‘banjir’ daging kurban dengan jumlah fantastis. Ratusan hewan kurban disembelih serentak, mengubah aula Madrasah Diniyah Muhammadiyah (MDM) Desa Batur menjadi lautan tumpukan daging.
Pemandangan tak biasa terlihat pada Jumat (6/6/2025) sore di aula MDM yang berukuran 18 x 10 meter. Ruangan tersebut penuh sesak dengan tumpukan daging kurban hasil penyembelihan tahun ini.
Ketua panitia kurban Dusun Krajan, Ahmad Hidayat, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat total 344 ekor hewan kurban. Angka ini terdiri dari 64 ekor sapi dan 280 ekor kambing, dengan total 728 orang shohibul kurban dari dua RW di Dusun Krajan.
“Dari Dusun Krajan yang terdiri dari dua RW itu tahun ini untuk kurban ada 64 ekor sapi dan 280 ekor kambing. Sedangkan sohibul kurban sebanyak 728 orang,” sebut Ahmad Hidayat saat ditemui di Desa Batur.
Dari 344 hewan kurban tersebut, panitia berhasil mengemasnya menjadi 8.000 bungkus daging siap distribusikan. Daging kurban ini tidak hanya dibagikan kepada warga setempat, tetapi juga menjangkau warga dari luar desa.
“Kami menyiapkan 8.000 bungkus. Ini dibagikan untuk warga di sini. Daging kurban ini dibagikan per jiwa. Selain untuk warga di sini juga untuk warga dari luar desa,” terang Hidayat.
Untuk pembagian kepada warga luar desa, sebagian datang langsung ke Dusun Krajan, sementara sebagian lainnya didistribusikan melalui Lazismu. Uniknya, setiap warga yang datang langsung ke Dusun Krajan akan ditandai dengan tinta untuk menghindari pembagian ganda.
“Untuk yang luar desa ada yang datang ke sini langsung ada lewat Lazismu. Untuk yang ke sini setiap warga dapat satu bungkus kami tandai dengan tinta agar tidak double,” imbuhnya.
Besarnya jumlah hewan kurban membuat panitia melibatkan langsung para shohibul kurban dalam proses pengerjaan. Daging yang sudah dipotong-potong dari beberapa titik penyembelihan kemudian dikumpulkan menjadi satu di gedung MDM untuk dikemas dan didistribusikan.
“Untuk teknis pengerjaannya, jika mungkin di tempat lain sohibul kurban memasrahkan ke panitia, kalau di sini itu kita libatkan. Jadi ada beberapa titik tempat penyembelihan hewan kurban, tapi setelah dipotong-potong kemudian dibawa ke gedung MDM,” jelas Ahmad Hidayat.
Baca juga:
Dusun Krajan memang dikenal dengan ketaatan warganya dalam melaksanakan ibadah kurban. Hal ini menjadikan dusun tersebut selalu ‘kebanjiran’ daging kurban setiap perayaan Hari Raya Idul Adha, menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain.













Comment