Pekanbaru, tanganrakyat.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi meluncurkan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) skala komersial pertama di Indonesia yang berlokasi di Lapangan Minas Area A, Zona Rokan, Riau, Selasa (23/12/2025).
Langkah strategis ini diambil untuk membangkitkan kembali produktivitas Lapangan Minas yang sudah mature (tua) melalui inovasi teknologi kimia mutakhir. Peresmian yang berlangsung di Rumbai ini dihadiri langsung oleh petinggi SKK Migas, jajaran direksi Pertamina, serta Pemerintah Provinsi Riau sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan energi nasional.
Teknologi CEOR ini bekerja dengan cara menyuntikkan kombinasi tiga bahan kimia khusus—alkali, surfaktan, dan polimer (ASP)—ke dalam reservoir untuk “menyapu” sisa minyak yang terjebak di pori-pori batuan bawah permukaan. Istimewanya, formula surfaktan yang digunakan merupakan hasil inovasi mandiri para pekerja Pertamina, membuktikan kemandirian teknologi dalam negeri.

Metode ini diproyeksikan mampu meningkatkan perolehan minyak secara signifikan, yakni sebesar 12% hingga 16% dari total cadangan minyak awal (Original Oil in Place).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dan Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa proyek ini adalah kunci untuk mengejar target produksi 1 juta barel pada tahun 2030. Dengan penerapan di Area A sebagai pionir, PHR optimistis teknologi ini dapat berkontribusi sebesar 70 ribu barel minyak per hari (bph) pada 2030, bahkan diprediksi mencapai puncak produksi hingga 200 ribu bph pada tahun 2036 mendatang. Ekspansi juga direncanakan akan menyasar area lain seperti Balam, Bangko, hingga Petani.
Dukungan penuh turut mengalir dari Plt Gubernur Riau, SF Haryanto, yang berharap keberhasilan proyek ini dapat meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk pembangunan infrastruktur di Bumi Lancang Kuning.
Melalui Satgas Percepatan Operasi Hulu Migas, pemerintah daerah menjamin keamanan investasi dan kelancaran koordinasi agar operasional PHR berjalan optimal.
Baca juga:
Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia, tetapi juga menjadi simbol transformasi pengelolaan energi yang berkelanjutan di Indonesia.













Comment