Jakarta, tanganrakyat.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh kritik pedas Influencer Dj Donny terkait kondisi keuangan PT PLN (Persero) yang dinilai memprihatinkan. Dalam unggahan terbarunya pada Minggu (28/12/2025), pria bernama asli Ramond Dony Adam ini menyoroti lonjakan utang perusahaan setrum negara tersebut yang mencapai Rp711 triliun di tengah merosotnya laba bersih.
Donny mengkritik keras kontrasnya perlakuan PLN terhadap rakyat kecil yang diputus listriknya jika telat membayar, sementara manajemen perusahaan justru terus menumpuk utang meski memonopoli bisnis kelistrikan di Indonesia.
Kritik tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Kornas Re-LUN, Haji Teuku Yudhistira.
Yudhistira menuding laporan keuangan PLN di bawah kepemimpinan Direktur Utama Darmawan Prasodjo dan Direktur LHC Yusuf Didi Setiarto bersifat semu karena memasukkan subsidi pemerintah sebagai komponen keuntungan. Ia menegaskan bahwa tanpa subsidi, PLN sebenarnya mengalami kerugian besar atau “boncos”, dan meminta perusahaan berhenti melakukan pencitraan melalui media untuk menutupi bobroknya kinerja operasional.
Isu ini mencuat di tengah kabar akan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada pekan depan. Muncul spekulasi kuat bahwa posisi Darmawan Prasodjo sulit tergoyahkan karena kedekatan politiknya dengan lingkaran kekuasaan lama atau “Gank Solo” serta lobi-lobi intensif ke lingkungan Presiden Prabowo Subianto.
Manajemen PLN juga dituding sengaja menggandeng media nasional untuk membangun narasi positif guna meredam sentimen negatif, termasuk terkait klaim pemulihan listrik pasca-bencana di Aceh yang dianggap tidak sesuai fakta di lapangan.
Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan pemerintah dalam RUPSLB mendatang sebagai penentu arah masa depan BUMN energi tersebut.
Yudhistira secara terbuka menantang nyali Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot duet kepemimpinan Darmawan dan Yusuf Didi guna menyelamatkan keuangan negara.
Baca juga:
Aceh Gelap Gulita 16 Hari, Dirut PLN Dikritik Minim Solusi Strategis dan Terlalu Sibuk Pencitraan
Langkah tegas ini dinilai mendesak untuk memastikan PLN dikelola secara profesional dan transparan tanpa ketergantungan pada polesan citra maupun manipulasi angka subsidi dalam laporan keuangan.













Comment