Jakarta, tanganrakyat.id – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 berhasil memborong empat penghargaan strategis dalam Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang digelar SKK Migas di Sentul, awal Februari lalu.
Prestasi ini diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan PHR dalam menjalankan inovasi teknologi dan efisiensi operasional di Wilayah Kerja Rokan dan Jambi Merang.
Penghargaan tersebut mencakup keberhasilan proyek injeksi kimia pertama di Indonesia (CEOR Minas A), pelampauan target pemboran 605 sumur, efisiensi kegiatan pasca-operasi (ASR), serta percepatan produksi di lapangan Padang Pancuran.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari integrasi teknologi dan disiplin manajemen proyek guna menjaga stabilitas produksi migas nasional. Salah satu terobosan utama adalah proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas yang mampu meningkatkan recovery factor minyak hingga 17 persen.
Selain itu, PHR sukses memangkas waktu proses Put on Production (POP) dari 30 hari menjadi hanya 2-3 hari melalui koordinasi lintas fungsi yang solid, sehingga target pemboran tahun 2025 dapat terlampaui secara signifikan.
Langkah masif ini diambil untuk menekan laju penurunan produksi alami pada lapangan-lapangan tua sekaligus memastikan keberlanjutan energi Indonesia di masa depan.
Baca juga:
Pesawat Kargo Pelita Air Pengangkut BBM Jatuh di Krayan, Investigasi Mulai Dilakukan
Dengan memanfaatkan digitalisasi data dan optimalisasi fasilitas eksisting, PHR tidak hanya fokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada tata kelola lingkungan melalui program Abandonment and Site Restoration (ASR) yang paling efisien biaya. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi PHR sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional yang adaptif terhadap tantangan teknis maupun regulasi.













Comment