Sumatera Gelap Gulita, Dirut PLN ‘Prank’ Warga dan Cuma Minta Maaf Tanpa Jaminan Kapan Pulih!

  • Bagikan
Sumatera Gelap Gulita, Dirut PLN 'Prank' Warga dan Cuma Minta Maaf Tanpa Jaminan Kapan Pulih! (Foto : Red)

Medan, tanganrakyat.id – Pulau Sumatera kembali mencetak rekor kelam setelah mengalami pemadaman listrik total (blackout) massal dari Aceh hingga Lampung sejak Jumat lalu. Hingga Sabtu Kliwon malam (23/5/2026), sistem kelistrikan di wilayah tersebut belum juga pulih normal dan justru membuat jutaan warga meradang karena merasa kena “prank” oleh PT PLN (Persero).

Ironisnya, di tengah kepanikan massal dan lumpuhnya aktivitas warga, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo terkesan lepas tangan dan hanya mengganjar penderitaan rakyat dengan sebuah untaian kata maaf tanpa berani memberikan jaminan pasti kapan listrik akan menyala kembali.

​Kondisi di lapangan, seperti yang terpantau di Kota Medan, Jambi, dan Pekanbaru pada Sabtu malam, kian mencekam dan kacau balau. Warga yang sempat bernafas lega karena listrik menyala beberapa jam pada siang hari, terpaksa harus kembali menelan kekecewaan mendalam akibat listrik yang tiba-tiba mati total lagi menjelang malam.

Akibatnya, jutaan masyarakat yang kepanasan terpaksa keluar rumah untuk mencari angin, yang seketika memicu kemacetan horor di berbagai ruas jalan protokol di tengah kegelapan malam.

​Penderitaan masyarakat Sumatera semakin diperparah oleh kepanikan massal (panic buying) akibat berembusnya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Berdasarkan kesaksian warga di Medan, antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena masyarakat khawatir pasokan BBM akan ikut lumpuh total imbas padamnya listrik.

Kegagalan PLN ini dinilai telah sukses menciptakan efek domino yang merusak stabilitas sosial dan ekonomi di seluruh penjuru pulau.

​Dalam konferensi persnya di Jakarta, Dirut PLN Darmawan Prasodjo berdalih bahwa bencana blackout ini dipicu oleh gangguan pada jalur transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi akibat faktor cuaca ekstrem. Namun, penjelasan teknis tersebut dinilai sama sekali tidak menyelesaikan masalah dan justru memperlihatkan rapuhnya sistem kelistrikan nasional yang dikelola PLN di bawah kepemimpinannya, mengingat peristiwa pemadaman total seperti ini sudah berulang kali terjadi tanpa ada solusi permanen.

​Gelombang kemarahan publik pun kini bergulir menjadi desakan pencopotan jabatan. Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN), Haji  Teuku Yudhistira, dengan lantang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memecat Darmawan Prasodjo karena dinilai gagal total dan tidak kompeten.

Baca juga:

​Di Balik Framing Untung Rp7 T, Dokumen Bocor Ungkap PLN Merugi Rp4,3 T dan Terancam Krisis Likuiditas Akut

Haji Yudhistira bahkan menyentil kekayaan Sang Dirut yang melonjak fantastis dari Rp14 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp110 miliar setelah hampir 6 tahun menjabat, sebuah angka yang dianggap sangat mencederai rasa keadilan di saat rakyat Sumatera harus bersusah payah hidup dalam kegelapan.

 

Editor: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment