Tanganrakyat.id, Indramayu – Tim Arkeologi Cagar Budaya (TACB) Indramayu dan Tim Balai Arkeologi Bandung, dalam penelitian lanjutan menemukan pecahan Guci dari radius 1 Kilometer di lokasi penemuan Candi yang diduga peninggalan Hindu-Budha, di perkirakan guci tersebut berasal dari Negri China pada era dinasti Ching. Minggu, (10/11/2019).
Kepala Balai Arkeologi Bandung Deni Sutrisna, menerangkan telah menemulan pecahan Guci dari radius 1 km, dari lokasi penemuan yang diduga Candi Hindu – Budha arah ke Utara, penemuan pecahan guci tersebut diperkirakan berasal dari Negri China pada era dinasti Ching dari Abad 16 – 17, penemuannya di selah-selah akar pohon Randu yang ada di pesawahan Blok Sambilawang Lor Desa Sambimaya Kecamatan Juntinyuat Indramayu.

Dan di Blok Sambilawang Lor Juga Sekitar Radius 1 Kilo Meter ke arah Timur dari Penemuan Pecahan Guci, Tim Peneliti juga menemukan situs makam dan dua buah batu yang di perkirakan batu kuno dari abad 18 an, Satu batu yang berbentuk lempengan tersebut dengan panjang 79 cm, lebar 48, dan ketebalan 11 cm, dan batu yang berbentuk lonjong berdiameter 163 cm.
Menurut Kepala Balai Arkeologi Bandung Deni Sutrisna, terkait penemuan benda-benda kuno di hari kedua penelitian oleh tim Arkeologi, kami belum bisa menyimpulkan benda itu dari Negri China atau peninggalan dari leluhur, karena ini masih perlu penelitian di Lab dan penelitihan lebih mendalam lagi, makanya kami menghimbau kepada warga agar bersabar dan tunggu informasi selanjutnya dari kami.
“Kami pesan kepada warga sekitar dan warga yang berkunjung di area penemuan Candi tersebut, agar jangan merusak batu bata yang diduga Candi itu dan mari kita sama-sama menjaganya, karena penelitian masih berlanjut sampai dapat kami simpulkan asal muasal benda- benda tersebut, “pungkasnya. (C.tisna).













Comment