Tanganrakyat.id – Indramayu – Bulan Mei adalah bulan bersejarah bagi seluruh buruh di seluruh dunia ,ini adalah bulan perlawanan kaum buruh yang paling utama terutama bila di hubungkan dengan kemenangan buruh dalam memperjuangkan hak ekonomi dan politiknya.
Sejarah May Day yang jatuh pada 1 Mei lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi politik dan hak hak dalam hubungan industrial yang selalu di buat kecewa oleh para pengusaha nakal.

Hiruk pikuk pemilu 2019 tidak menyurutkan langkah kaum buruh di Indonesia untuk menegaskan prinsip – prinsip perbaikan kaum buruh dan nasib rakyat Indonesia , bahwa kesejahteraan buruh harus mutlak terpenuhi di negeri ini seperti yang di serukan oleh seluruh buruh Indramayu yang tergabung dalam FSBMigas – KASBI sebanyak 300 buruh Indramayu melakukan konvoi dengan titik kumpul di sekretariat FSBMigas – Kasbi Indramayu Jl.Tegalurung block Sigong Indramayu dengan rute DPRD – Toserba Jogya di Toserba Jogya Koordinator sekaligus Ketua FSBMigas -KASBI Kabupaten Indramayu Hadi Haris melakukan orasi terkait 10 tuntutan rakyat (SEPULTURA) yaitu 1. Hapus sistem kerja kontrak,Outsourcing dan sistem kerja magang, 2. Tolak politik upah murah, berlakukan upah layak nasional , 3. Tolak PHK, union busting dan kriminalisasi aktifis buruh, 4. Laksanakan hak buruh perempuan dan lindungi buruh migraine, 5. Tangkap, dan adili pengusaha nakal, 6. Berlakukan jaminan sosial bukan asuransi sosial, 7. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok rakyat, 8. Pendidikan gratis dan kesehatan gratis untuk rakyat, 9.Tolak privatisasi. Bangun industry nasional untuk kesehteraan rakyat, 10. Tanah dan Air untuk kesejahteraan rakyat . di samping pembacaan 10 tuntutan rakyat tersebut Hadi haris juga memanggil pihak Manajemen Toserba Jogya yang di wakili oleh Bapak Ihun dan menanyakan kenapa tidak menghormati hari buruh dan tetap memperkerjakan buruhnya dan sesuaikah dengan gaji UMR? Ihun pun menjawab bahwa buruhnya sudah di gaji sesuai UMR Kabupaten Indramayu dan yang kerja di hari buruh tersebut di lemburkan, Rabu (1 May 2019) di depan Yogya Toserba pukul.09: 57 WIB dengan pengawalan ketat kepolisian yang di pimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP M Yoris.M. Y. Marzuki., SIK.juga dari Kodim 0616, Brimod Yon C Polda Jabar serta satuan Polisi Pamong Praja.

Sesudah orasi di Toserba Jogya selanjutnya masa buruh bergerak menuju ke pembelanjaan Surya di tempat tersebut buruh juga meminta perwakilan Surya tersebut untuk keluar dan sempat terjadi swepping ,selanjutnya 2 orang perwakilan Surya juga di tanyakan tentang pembayaran sesuai dengan UMR dan di jawab sudah sesuai dengan aturan pemerintah ,massa buruhpun terus bergerak arah pendopo indramayu tepat di depan Gedung PLN juga melakukan orasi , selanjutnya terus bergerak menuju Dinsosnaker jalan Subroto di sini massa berorasi bergantian dan meminta pihak Dinsosnaker untuk keluar dan menemuin buruh, perwakilanpun keluar yaitu Warjo, buruhpun engga mau berdialog dengan Warjo karena Warjo di anggap tidak bisa membuat kebijakan mereka meminta Kadisnaker Sri Wulandari menemui massa buruh dan berjanji untuk merumuskan pengupahan buruh nanti di Indramayu dan tidak di luar Indramayu yang kemarin terjadi itu bukan kemauan Dinsosnaker tapi kemauan perwakilan beberapa Organisasi buruh waktu itu.
Selanjutnya selesai orasi di Dinsosnaker buruh menuju Polres indramayu untuk melakukan Ibadah sholat Dhuhur dan makan bersama Kapolres Indramayu, massa buruhpun membubarkan diri dengan tertib dan berterimakasih kepada seluruh anggota keamanan yang mengawal peringatan May day tersebut. (KkP)













Comment