Pembudidaya Kepiting Binaan Pertamina Balongan Yakin Bisa Mandiri Dengan Hasil Panen Perdana Yang Melimpah

  • Bagikan
Agustiawan Officer Communication dan Relation dari PT Pertamina RU VI Balongan Bersama Kelompok Tani Hutan Mahabarata Panen Perdana Kepiting Bakau (Foto.Riki)

Tanganrakyat.id, Indramayu – PT Pertamina RU VI Balongan melalui tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina RU VI Balongan melihat secara langsung salah satu  hasil binaannya yang membudidayakan kepiting bakau di sekitar pesisir pantai Tiris Indramayu. Kali ini bersama Kelompok Tani Hutan Mahabarata berhasil meraih laba perdana dalam waktu hanya 23 hari dan hasilnya sangat memuaskan.

Berkat ketekunan yang mereka jalani, Kelompok Tani Hutan Mahabarata yang dibina oleh Pertamina tersebut berhasil memanen kepiting berukuran besar. Panen dilakukan kamis (4/7/2019) yang disaksikan tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina RU VI Balongan untuk meninjau langsung proses pemanenan.

Pembudidaya Kepiting Binaan Pertamina Balongan Yakin Bisa Mandiri Dengan Hasil Panen Perdana Yang Melimpah (Foto.Riki)

Kepada pengepul kepiting dijual seharga Rp 150 ribu perkilonya untuk dikirim ke kota bandung. Dari hasil penggemukkan kepiting bakau ini, kelompok berhasil meraih laba lebih dari 50% setelah dipotong modal dan pengeluaran lainnya.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU VI Balongan Eko Kristiawan mengungkapkan cukup puas melihat keseriusan kelompok masyarakat yang diberdayakan dalam budidaya kepiting ini.

“Kami membantu 1 kuintal bibit kepiting berukuran sedang untuk digemukkan oleh kelompok di 2 (dua) keramba, namun baru 1 (satu) keramba saja yang dipanen ternyata mereka bisa mendapat keuntungan lebih dari 50% ”, tegas  Eko, Kamis ( 4/07/2019).

Eko menambahkan, pihaknya optimis kelompok pembudidaya kepiting ini bisa mandiri menjadi pemain usaha dibidang perikanan mengingat pangsa pasar kepiting sangat besar di Indonesia.

Sementara itu, raut bahagia juga terlihat dari Ketua Kelompok Tani Hutan Mahabarata, Wardaya, mengaku sangat puas dari hasil pembudidayaan yang dilakukan bersama anggotanya.

Wardaya mengatakan, meskipun dalam proses pembudidayaan kepiting ada beberapa ekor kepiting yang mati, namun kerugian dapat tertutupi karena bobot berat kepiting yang bertahan hidup semakin bertambah dan membuat harga jualnya juga ikut naik.

“Kami berharap pendampingan dari Pertamina RU VI Balongan ini menjadi motivasi agar kelompok ini bisa bertahan dalam program budidaya kepiting, ya semoga kedepannya hasil panennya juga bisa lebih maksimal”, harap Wardaya. (KkP)

  • Bagikan

Comment